LIPUTAN.CO.ID, Jakarta- Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Bachtiar Najamudin meminta masyarakat Indonesia khususnya para pecinta seni pewayangan untuk tidak terprovokasi dengan pernyataan salah satu Ustaz kondang Dr. Khalid Basalamah, Lc. yang menyarankan seorang dalang, jamaahnya untuk bertaubat.
“Saya kira tidak perlu ada yang merasa dirugikan dengan pernyataan beliau, karena itu merupakan tugas beliau sebagai da’i yang diminta untuk diberikan nasihat. Soal hukum wayang, masih diperdebatkan. Itu wilayah khilafiyah Syariat Islam,” kata Sultan, dalam rilisnya, Sabtu (19/2/2022).
Menurutnya, apa yang disampaikan Ustaz Khalid Basalamah, merupakan hasil analisisnya berdasarkan dalil atau keterangan aturan Islam yang menurut beliau itu benar. Sebagai bangsa, analisis itu harus dihormati.
“Bagi saya, tidak ada komentar beliau yang melecehkan. Dan sejak awal beliau sudah men-disclaimer, bahwa jawaban atas pertanyaan jama’ahnya itu tidak bertujuan atau berniat untuk mendiskreditkan pihak manapun, khususnya para pelaku seni pewayangan,” ujar Sultan.
Senator asal Bengkulu itu menilai Ustaz Khalid orang soleh dan sangat cerdas dalam memahami kebudayaan Indonesia. “Silahkan berdebat jika kita memiliki pendapat atau sumber dalil yang berbeda, jangan main lapor ke polisi,” saran Sultan.
Tindakan saling melaporkan, lanjut Sultan, adalah ciri ketidakdewasaan mental. Apalagi hanya karena perbedaan pendapat dan ketersinggungan. Jadi makin ke sini jadi bangsa ini terkesan makin kerdil jiwanya.
“Suasana yang menggangu keakraban sosial bangsa ini harus kita akhiri. Bangsa ini tidak akan pernah maju dan guyub jika selalu mengedepankan prasangka buruk terhadap perbedaan,” katanya.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menjelaskan, sikap terbaik terhadap demokrasi harus disertai dengan pembiasaan bangsa ini terhadap perbedaan pendapat dan perbedaan tafsir atau asumsi. Selama tidak mengganggu hak hidup dan kehormatan pribadi orang lain, tentunya tidak perlu dibesar-besarkan.
“Jika ada Ustaz lain yang memiliki cara dan orientasi dakwah membudayakan Islam, kenapa kita tidak bisa toleran dengan pendekatan dakwah yang meng-Islamkan budaya bangsa Indonesia yang beragam?,” tanya Sultan.
Dia tambahkan, di Sumatera Barat, ada kaidah adat bersendikan syarak, syarah bersendikan Kitabullah. “Apakah itu masalah? Tentu saja tidak,” imbuhnya.[liputan.co.id]







Komentar