Apresiasi Kenaikan Dividen BRI, Erick Thohir Sukses Lakukan Transformasi Bisnis Bank Himbara

JAKARTA – Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat Surya Batara Kartika mengapresiasi kinerja cemerlang Bank BRI yang berhasil membukukan laba dan dividen jumbo pada tahun 2021.

Sebagaimana diketahui BRI membagikan dividen sebesar Rp. 26,4 triliun atau 85% dari laba bersih yang diraih senilai Rp. 31,1 triliun. Nilai dividen yang dibagikan tersebut meningkat signifikan hingga 76,17% dari tahun sebelumnya.

Menurut Surya, kenaikan dari keuntungan bersih BRI yang fokus menggarap bisnis pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) cukup membanggakan sebab menjadi salah satu indikator bahwa BRI sukses menyalurkan dan menjaga rasio profitabilitas dari bantuan pemulihan ekonomi nasional yang digulirkan oleh pemerintah sejak era Covid 19.

“Tentunya dari HIPMI khususnya HIPMI Jawa Barat, saya selaku ketua umum memberikan apresiasi baik kepada jajaran management Bank BRI maupun kementerian BUMN.” Ujar Surya, Sabtu, (5/3/2022).

Surya menyebut dividen yang besar tersebut itu adalah sebagai bukti holding ultra mikro itu bekerja dan berkinerja secara positif.

Disisi lain, kata Surya melalui BRI, pemerintah telah menggelontorkan dana relaksasi yang cukup besar bagi para pelaku UMKM yang menjadi korban keganasan Covid 19.

Penyaluran dana itu dimaksudkan untuk membantu UMKM dan memulihkan ekonomi nasional dengan memberikan program-program yang dapat langsung diserap oleh pelaku usaha.

“Dan setelah dilaksanakan dengan adannya pendampingan yang saya lihat terjadi di lapangan ini menimbulkan stimulus yang positif dan memberikan juga kenaikan keuntungan yang signifikan kepada bank BRI sebesar 76%.” Ujarnya.

Surya menambahkan, kinerja BRI sangat terasa bagi masyarakat khususnya ada bagi pelaku usaha mikro yang bergerak di sektor pertanian dan perdagangan.

“Kita lihat unit-unit BRI di setiap desa itu mampu menjangkau petani-petani di daerah dan di pelosok-pelosok, bukan hanya menyalurkan kredit tapi juga memberikan rating dan pendampingan supaya kredit yang disalurkan ini tidak masuk kategori kredit macet atau non performing loan.” Bebernya.

Ke depan, Surya berharap BRI juga dapat menjangkau UMKM yang ada di perkotaan yang lebih banyak bergerak pada sektor jasa dan perdagangan.

“Ke depan berharap bank BRI dapat menjangkau seluruh lapisan UMKM yang lebih luas bukan hanya di bidang atau sektor pertanian prdesaan namun juga UMKM-UMKM yang ada di perkotaan yang mungkin lebih banyak bergerak di sektor jasa dan perdagangan kecil.” Ucapnya.

Sementara itu, Enonom dari Lembaga Riset Sigmaphi dan Universitas Indonesia (UI) Telisa Falianty menyatakan, pertumbuhan kinerja bank pelat merah, memang tak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah yang melakukan transformasi bisnis bank Himbara.

“Bank-bank BUMN memang diarahkan untuk melakukan spesialisasi pada segmen bisnis tertentu agar profitnya optimal,” ujar Telisa.

Transformasi tersebut, kata Telisa memperjelas model bisnis bank Himbara. Contohnya, Bank Mandiri didorong untuk lebih fokus pada pembiayaan korporasi dan wholesale.

Lalu, BRI lebih difokuskan menggarap segmen bisnis pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Lantas, BNI fokus menyasar ke bisnis internasional dan BTN difokuskan pada pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR).

Tak hanya transformasi bisnis, bank Himbara juga didorong melakukan digitalisasi bisnis. Menurut Telisa, dalam kondisi pandemi, sektor perbankan masih bisa berjalan karena ditopang oleh digitalisasi.

“Tren digitalisasi adalah keniscayaan. Bank BUMN sudah tepat berinvestasi menjadi digital banking. Hal itu sesuai tren di dunia saat ini dan tuntutan di era new normal,” jelas Telisa.

Komentar