LAGI!!! Senator Emma Yohanna Kirim Relawan Kesehatan Ke Pasaman Barat

LIPUTAN.CO.ID, Pasaman Barat – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Provinsi Sumatera Barat Hj Emma Yohanna kembali mengirim relawan kesehatan ke lokasi gempa bumi di Kabupaten Pasaman.

Keputusan tersebut diambil Senator peraih suara terbanyak Pileg DPD RI daerah pemilihan Sumatera Barat tahun 2019 itu setelah mendatang lokasi gempa bumi di Pasaman Barat.

“Kita sudah kirim 7 (tujuh) relawan kesehatan dan sejumlah obat-obatan serta makanan tambahan dengan sasaran memprioritas ibu-ibu hamil dan Balita,” ujar Emma, saat dihubungi liputan.co.id, Selasa (1/3/2022).

Uni Emma panggilan beken Emma Yohanna itu menjelaskan, ketujuh relawan itu sudah berpengalaman dalam memberikan pertolongan kepada korban bencana alam dan memiliki kemampuan akademik bidang kesehatan yang mumpuni.

“Mereka semua adalah lulusan Sekolah Tinggi Kesehatan atau Stikes yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Amanah Kesehatan Padang atau YPAK, Kota Padang,” ungkap Emma.

Dijelaskannya, di lokasi-lokasi pengungsian dan di rumah-rumah warga, para relawan kesehatan memberikan pertolongan baik bagi korban luka ringan luka berat.

Bahkan, lanjutnya, para relawan juga memberikan konsultasi kesehatan untuk meringankan dan memulihkan kondisi korban.

Senator Hj. Emma Yohanna langsung memberikan bantuan makanan untuk korban gempa di Pasaman Barat. Foto: ISTIMEWA.

Emma Yohanna yang juga Ketua Yayasan STIKES YPAK Kota Padang itu menambahkan, pengiriman relawan kesehatan dan bantuan obat-obatan serta makanan itu adalah bagian dari tanggung jawab Kampus STIKES YPAK terhadap kemanusiaan.

“Dan aksi kemanusian ini telah dilakukan STIKES YPAK di beberapa daerah bencana alam di Sumatera Barat, termasuk bencana non-alam seperti penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Ditambahkannya, masalah lain yang mesti menjadi perhatian di saat gempa ini yaitu pandemi Covid-19 yang belum berakhir. “Bisa bayangkan, bagaimana potensi penularan Covid-19 di daerah gempa karena sedikit orang yang menerapkan penerapan protokol kesehatan, mereka tentu adalah kelompok yang sangat berisiko,” ujar Emma.

Ketua Perempuan Maju Indonesia atau PIM Sumbar ini menyarankan, ke depan setiap perguruan tinggi di Sumatera Barat, memiliki tim atau unit khusus penanganan kebencanaan. Sehingga lebih siap lagi, baik saat terjadi bencana maupun setelah bencana terjadi yang dampaknya sangat luas dirasakan masyarakat.[liputan.co.id]

Komentar