JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memiliki gaya kepemimpinan yang terlihat santai, tapi tegas dalam mengambil keputusan. Anies bukan tipikal pemimpinya yang banyak berbicara soal rencana kerja, tetapi akan berbicara saat kerja-kerja yang direncanakan telah selesai.
“Cara kepemimpinan Anies di Jakarta itu sejuk, sangat bagus selama empat tahun lebih,” kata Pengamat Sosial Politik Dahlawan Watihellu dikutip dari KBA News lewat sambungan telpon, Selasa 8 Maret 2022.
Dikatakan Watihellu, Anies Baswedan tetap pada gaya kepemimpinannya yang sejuk dan selalu merangkul masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan, baik keadilan hukum maupun sosial karena politik membutuhkan hal tersebut.
“Bang Anies tetap seperti jati diri bang Anies, tetap sejuk, tetap merangkul karena jika punya tujuan maju Pilpres kita membutuhkan orang lain,” ucapnya.
“Kita membutuhkan tim, membutuhkan kesolidan, membutuhkan kinerja yang kompak, dan ini harus dijaga, lebih di intens kan lagi,” sambungnya.
Saat disinggung soal pasangan ideal Anies di Pilpres 2024 nanti jika berhasil diusung partai politik, Watihellu lebih condong untuk berpasangan dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, karena selain punya partai pengusung, juga punya peluang menangkan Pilpres nanti.
Namun, Watihellu tidak menapik kekuatan dan kecerdasan figur-figur Capres lainnya seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, Ridwan Kamil dan lainnya. Buat magister Universitas Pertahanan Indonesia ini, semua figur Capres yang sudah bermunculan adalah figur terbaik bangsa yang akan memimpin Indonesia ke depan lebih baik.
“Tapi Abang setuju kalau misalnya Anies dan Bu Puan maju, atau siapapun maju mereka yang menang, tetap Presiden dan Wapres kami, tergantung siapa yang punya garis tangan dan punya perjuangan lebih untuk mencapai itu,” tutupnya. (RBA)







Komentar