Seperti TNI Suka Prabowo, Orang Cerdas Pasti Memilih Anies Baswedan

JAKARTA – Anies Baswedan merupakan salah satu pejabat Pemerintahan yang dinilai sangat peduli terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Jauh sebelum menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan di tahun 2014-2015 dan Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies sudah terlibat di dalam dunia pendidikan dengan menjadi rektor Universitas Paramadina dan pendiri program Indonesia Mengajar.

Konsen Anies di dunia pendidikan ini membuat dirinya dikenal di hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi alasan kuat jika Anies Baswedan lebih disukai dan dipilih menjadi Presiden oleh masyarakat dengan tingkatan pendidikan tinggi.

“Bisa jadi dan mungkin terjadi, karna Anies pernah menjadi menteri pendidikan, Anies pernah jadi Rektor, Anies memiliki konsen di dunia pendidikan seperti lembaga yang  dibetuknya, yaitu Indonesia Mengajar dan lain sebagainya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Rimbo Bugis dikutip KBA News di Jakarta, Selasa 8 Maret 2022.

Magister Ilmu Komunikasi Politik di Universitas Muhammadiyah Jakarta itu menilai, sikap masyarakat berpendidikan tinggi ini hampir sama dengan sikap para Anggota TNI dan keluarganya yang lebih condong memilih Calon Presiden (Capres) dari kalangan militer.

“Tidak ada salahnya kalau mereka pemilih dia (Anies), kita di Indonesia ini masi banyak memilih berdasarkan kecederungan, seperti SBY dan Prabowo dipilih TNI karna mereka TNI,” ujarnya.

Dikatakan Rimbo, sikap masyarakat Indonesia yang masih memilih pemimpin berdasarkan suku atau kelompok itu adalah hal yang biasa terjadi di Indonesia. Namun, kehadiran Anies di bursa Capres pada Pilpres 2024 berpeluang merubah cara berpikir tersebut.

“Anies ini selain disukai dan dipilih masyarakat berpendidikan, dia juga bisa merubah cara tersebut. Ini terlihat dari animo masyarakat yang mendeklarasikan dukungan kepadanya. Nah, kecenderungan seperti itu tidak perlu kita kaget,” jelasnya.

Rimbo pun menyarankan agar pendukung Anies terus melakukan edukasi politik yang baik kepada masyarakat, agar cara memilih pemimpin di Indonesia bisa berubah.

“Bagi saya pengaruhnya tidak terlalu kuat untuk memenangkan satu pertarungan  presiden, karna rakyat biasa masi terlalu banyak, dan kecenderungan suku masi terlalu kuat. Jadi tugas berat relawan Anies itu memberikan pendidikan politik yang baik,” pungkasnya. (RBA)

Komentar