LIPUTAN.CO.ID, Pasaman Barat – Setelah mengerahkan relawan kesehatan dan bantuan makanan untuk korban gempar bumi Pasaman Barat, anggota DPD RI Hj. Emma Yohanna melanjutkan bakti sosialnya dengan cara mengirim tim pemulihan trauma atau trauma healing ke lokasi pengungsian utama, di halaman Kantor Bupati Pasaman Barat dan di Kenagarian Kajai, Kecamatan Talamau, Selasa (2/3/2022).
“Sesuai dengan standar operasional prosedur penanganan bencana alam, dengan menggandeng berbagai pihak, kami telah mengirimkan tim medis dan makanan. Bantuan sosialnya lainnya yang telah kami kirimkan ke Pasaman Barat pada Rabu 2 Maret lalu adalah trauma healing,” kata Emma, saat dihubungi liputan.co.id, Minggu (6/3/2022).
Senator dari daerah pemilihan Provinsi Sumatera Barat itu menjelaskan, di lokasi-lokasi pengungsian dinominasi oleh anak-anak korban gempa bumi.
“Kami hadir untuk menghibur serta mengajak anak-anak di pengungsian bermain bersama, sebagai upaya untuk membantu mengembalikan kondisi mental serta bisa menghilangkan rasa takut pasca kejadian,” ujar Emma Yohanna.
Menurutnya, trauma healing ini dilakukan untuk menghilangkan trauma berujung kepada masalah kesehatan, bahkan gangguan mental anak-anak. Trauma healing sifatnya mencegah trauma berkepanjangan yang berujung gangguan mental. Untuk itu bermain menjadi salah satu cara trauma healing yang bisa digunakan untuk mencegah anak-anak dari trauma berkepanjangan.
“Sewaktu gempa mereka mengalami cemas, ada yang berlari, dan ada juga yang terluka, bahkan sekarang mereka yang biasanya tinggal di rumah harus menghuni pengungsian, tentu ini berpengaruh pada psikologis. Anak-anak perlu diajak bermain, bernyanyi, kuis, diuji hafalan ayat Al-Quran,” ungkapnya.
Lebih lanjut, peraih suara terbanyak Pileg DPD RI di Sumbar itu menghimbau berbagai pihak untuk melakukan kegiatan yang bisa meringankan penderitaan korban gempa bumi di Pasaman Barat.
Selain itu, Emma Yohanna juga menggandeng Ormas Perempuan Indonesia Maju atau PIM dan Stikes YPAK Padang untuk memberikan edukasi tentang antisipasi menghadapi gempa susulan yang akan terjadi.
“Program yang saat ini sedang kami siapkan di lokasi-lokasi pengungsian adalah nonton bareng yang memiliki nilai-nilai edukasi sesuai dengan usia dan kondisi di pengungsian,” imbuhnya.[liputan.co.id]







Komentar