JAKARTA – Pengangkatan mantan menteri ESDM Sudirman Said sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) nampaknya tidak diterima, dan itu datang dari politisi PDIP Gilbert Simanjuntak dengan alasan bersangkutan tidak menguasai masalah TransJakarta.
Kritik Anggota DPRD DKI Jakarta ini dinilai berlebihan kepada orang yang pernah dipercayakan oleh Presiden Joko Widodo sebagai menteri ESDM. Direktur Executive Partner Politik Indonesia AB Solissa mengatakan, pengangkatan Sudirman Said sebagai Komisaris Utama TransJakarta tidak perlu diributkan, apalagi dikaitkan dengan kedekatannya dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Pengangkatan Sudirman Said sebagai Komisaris Utama PT. Transportasi Jakarta (Transjakarta) tidak perlu dipolemikkan secara berlebihan karena proses pengangkatan itu diputuskan melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB),” kata AB Soulissa saat dihubungi via telpon, Rabu 23 Maret 2022.
Dengan keputusan para pemegang saham itu maka sudah dipastikan Sudirman Said memiliki kemampuan dan membenahi TransJakarta untuk lebih baik ke depan.
“Itu artinya, Sudirman Said dianggap punya kemampuan untuk membenahi Transjakarta transportasi yang modern dan bersantar internasional,” ujarnya.
Selain itu, kata Solissa, sepak terjang Sudirman Said di bangsa ini sangat baik dan pernah dipercayakan oleh Presiden Jokowi sebagai menteri ESDM. “Dia punya track record yang baik dalam memimpin, baik menjabat kementerian maupun lembaga lain,” ucapnya.
“Itu artinya, dia punya potensi kemampuan leadership yang mumpuni sehingga menjadi pertimbangan para pemegang saham di PT. Transportasi Jakarta,” tambahnya.
Dijelaskan Solissa, tugas utama seorang komisaris sebuah perusahan hanyalah mengawasi kegiatan dan operasional perusahan, termasuk mengawasi para direktur (board of director).
“Jadi, hal-hal yang sifatnya teknis itu bukan tugasnya komisaris atau dewan komisaris, itu tugas para direktur dan bidang-bidang dibawahnya,” jelasnya.
Oleh sebab itu, peneliti senior CENTRIS ini meminta agar semua pihak dapat menahan diri dan memberikan kesempatan buat Sudirman Said menyelesaikan tugasnya.
“Nanti tinggal dilihat progres dan capaian dia kedepan. Kalau memang dia tidak mampu menjalankan tugasnya sebagai Komisaris Utama baru dievaluasi, bahkan mungkin diganti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan resmi menunjuk Sudirman Said Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Pengangkatan Sudirman resmi dilakukan lewat Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).
Pengangkatan Sudirman Said tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh khalayak, termasuk anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Gilbert mengkritik keras pengangkatan Sudirman Said sebagai pejabat strategis di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta tersebut karena ia dinilai tak memiliki latar belakang di bidang transportasi. (RBA)







Komentar