Pengamat Apresiasi Inovasi Kebijakan Erick Thohir Fasilitasi Perumahan Buat Milenial

JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan perhatian khusus terhadap perumahan untuk milenial dan generasi Z atau dikenal dengan Gen Z dengan harga terjangkau. Pasalnya, sampai saat ini masih banyak warga berpenghasilan rendah, terutama kaum milenial yang belum memiliki hunian tetap.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tri Sakti, Trubus Rahadiansyah menilai langkah Erick Thohir dalam mendorong kolaborasi antar BUMN untuk memfasilitasi perumahan untuk milenial dan Gen Z ini sebagai satu terobosan inovasi kebijakan yang bagus. Namun, Trubus mendorong agar kebijakan tersebut bisa terealisasikan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Itu satu inovasi kebijakan yang bagus. Kalau sebagai kebijakan tentu ini kan kebijakan publik, jadi kebijakan itu harus disesuaikan, artinya harus keberpihakan pada milenial, tidak hanya sekedar nama gitu,” kata Trubus Rahadiansyah di Jakarta, Kamis (7/4).

Dikatakan Trubus, pencanangan penyediaan pembiayaan dan hunian oleh milenial ini adalah kebijakan baru yang pernah ada di Indonesia, dimana Pemerintah memberikan perhatian kepada anak-anak milenial untuk memiliki rumah. Pasalnya, masalah perumahan saat ini menjadi masalah krusial di Indonesia, khususnya di pusat-pusat kota.

“Bahwa kebijakan itu bagus sebagai upaya untuk memberi rumah pada anak-anak milenial untuk memiliki rumah, tempat tinggal dan selama ini belum ada kebijakan terkait itu. Nah ini merupakan kebijakan yang baru dan memberikan kesempatan pada milenial untuk memiliki rumah, ada kebijakan tersendiri,” ucap Trubus.

Pengajar di Universitas Trisakti Jakarta itu menuturkan, Menteri BUMN harus merealisasikan janji tersebut dengan cepat agar publik tidak mengklaim bahwa kebijakan tersebut hanya gimik atau pencitraan semata. Olehnya itu, kebijakan tersebut harus dibarengi dengan informasi dan edukasi yang intens, terutama soal syarat memiliki rumah bagi milenial.

“Menurut saya, supaya tidak hanya menjadi jargon, atau gimik saja, harus istilahnya itu menggunakan informasi dan edukasi, mengkomunikasikan secara baik, informasikan juga secara komprehensif dan kemudian di edukasikan, milenial yang berhak memiliki itu umur berapa, yang punya pekerjaan apa, terus cicilannya bagaimana?. Yang penting harganya,” ujarnya.

“Jangan sampai kebijakan ini menimbulkan masalah baru, nanti kalau mereka gak bisa bayar, mandek atau tidak bisa nyicil itu bagaimana, harus dijelaskan agar tidak membuang anggaran, atau hanya mencari pencitraan. Kekhawatiran kita kan itu hanya pencitraan belaka yang merujuk pada kebijakan yang tidak produktif,” jelasnya.

Lebih jauh Trubus, harus ada perencanaan yang matang soal kebijakan penyediaan pembiayaan dan hunian buat milenial ini, karena yang ditakutkan ke depan nanti adalah masalah harga.

“Artinya bahwa perumahan ini sesuai dengan konsep dan budget para milenial. Karena persoalannya untuk memiliki rumah ini kan yang sangat mendasar itu unsur keberlanjutan. Jadi kalau dia bisa membayar satu-dua bulan, tapi bagaimana bulan ketiga-keempat itu loh, nah itu yang harus dipertimbangkan. Artinya saya meminta ada perencanaan yang matang,” paparnya.

Dikatakan Trubus, langkah Erick Thohir yang akan menggandeng beberapa perusahaan BUMN seperti BTN, Perumnas, KAI, PLN dan Telkomsel untuk mempermudah proses kepemilikan rumah bagi milenial, namun kata Trubus, harus ada kepastian atau kesepakatan yang jelas antara bank dan calon pemilik rumah, karena tidak semua anak-anak milenial memiliki pekerjaan tepat.

“Kalau misalkan nanti menggandeng bank itupun harus ada jaminannya, harus ada kepastian untuk ada keberlanjutannya. Di bank itukan ada minta syarat, misalkan si milenial ini kerjanya dimana, kalau si milenial PNS ya gak apa-apa, atau sudah punya pekerjaan tetap gak apa-apa tapi kalau misalnya masih menganggur gimana dong, bank pasti gak mau karena manajemen risikonya sangat besar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Trubus berharap kebijakan baik yang sudah dicanangkan oleh Menteri BUMN ini harus dibarengi dengan edukasi dan informasi yang baik, agar kebijakan yang baik ini tidak menjadi masalah dikemudian hari.

“Jadi kembali lagi sebagai sebuah catatan, sebagai sebuah informasi tentu rencana pak Erick Thohir sangat bagus, tapi itu bagaimana implementasinya yang harus diperhatikan, karena kita sudah punya pengalaman banyak dari rumah rakyat, rumah murah, rumah DP Nol Rupiah dan semua pada akhirnya tidak berhasil atau bermasalah juga kan,” tutupnya.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir telah mencanangkan penyediaan pembiayaan dan hunian milenial di kawasan Depok, Jawa Barat. Menurut Erick Thohir, perumahan merupakan masalah krusial di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dengan populasi lebih dari 273 juta jiwa. Olehnya itu, perlu adanya One stop solution agar kebutuhan perumahan bisa terpenuhi, tidak hanya untuk milenial tetapi juga generasi Z atau Gen Z.

“Solusi yang ditawarkan ini bagaimana menyinergikan tanah yang disediakan oleh PT Kereta Api, Perumnas yang membangun dibantu oleh BUMN Karya, BTN yang memberikan financing dibantu oleh jasa keuangan, PLN dan Telkomsel bersinergi memberikan solusi yang baik,” kata Erick Thohir beberapa hari kemarin. (***)

Komentar