LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK dan Komisi Pemberasantan Korupsi atau KPK diminta untuk mengawasi proses investasi pembelian saham BUMN Telkomsel ke PT GoTo.
Menurut anggota Komisi XI DPR RI Vera Febyanthy, diduga ada ketidakwajaran proses dan penilaian pada investasi di anak perusahaan PT Telkom itu.
“BPK dalam kaitannya dengan audit terhadap dugaan terjadinya kerugian keuangan negara. KPK berkaitan dengan tugasnya untuk melakukan penindakan terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme. BPK dan KPK saya minta awasi semua prosesnya,” kata Vera, Jumat (24/2/2022).
Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, salah satu aturan yang sangat berpotensi dilanggar adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
“Dalam Pasal 1 Ayat 1 di peraturan disebutkan, salah satu yang dimaksud ‘Afiliasi’ adalah hubungan kekeluargaan karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal maupun vertikal,” ungkapnya.
Dalam Ayat 2, lanjutnya, disebutkan Benturan Kepentingan yang dimaksud adalah perbedaan antara kepentingan ekonomis perusahaan terbuka dengan kepentingan ekonomis pribadi anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau Pengendali yang dapat merugikan perusahaan terbuka dimaksud.
Karena itu, hal yang perlu dipertanyakan OJK, menurut Vera, adalah proses dan penilaian kewajaran investasi itu, apakah sesuai aturan POJK atau tidak.
Menurutnya, harus ada lembaga independen untuk menentukan nilai transaksi wajarnya. “Harus pula diumumkan dalam keterbukaan informasi, karena proses investasi itu menimbulkan problematika hukum tersendiri,” tegasnya.
Selain itu, ujarnya, KPK seharusnya juga bisa mengusut dugaan tindak pidana nepotisme dalam kasus itu, selain tindak pidana korupsinya.
Sebab, terdapat norma dalam UU Nomor 28 tahun 1999 yang mengatur penyelenggara negara bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
“Langkah proaktif KPK dan BPK untuk mengusut dugaan pelanggaran dalam investasi Telkomsel itu akan memberikan preseden, baik bagi perwujudan prinsip Good Corporate Governance,” imbuhnya.







Komentar