MALUKU, LIPUTAN.CO.ID,- Beberapa hari belakangan ini, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Maluku khususnya kota Ambon dan Pulau Seram.
Dalam kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah kejadian naas. Baik itu banjir, jembatan putus maupun tanah longsor.
Seperti terjadi di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku, satu keluarga tertimbun longsor dan naas, kejadian tersebut membuat satu kaluarga dinyatakan meninggal dunia.
Tepat di kawasan Tambang Sinabar di Dusun Hulung, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Abdul Rahman bersama istrinya, Tini Kohilay, serta dua anak kembarnya tertimbun longsor saat sedang tertidur di dalam tenda di kawasan tersebut sekitar pukul 03.00 WIT, Selasa 5 Juni 2022.
Usai tanah longsor, Tini ditemukan lebih dulu dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Demikian juga Abdul Rahman ditemukan pada Selasa malam sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Sementara itu dua anak dari pasangan Abdul Rahman dan Tini Kohilay baru ditemukan pada Rabu pagi, 6 Juli 2022 juga dalam keadaan meninggal dunia.
“Sudah ditemukan pagi tadi oleh tim. Dari pencarian di temukan satu anak pada pukul 09.05 WIT, kemudian pada pukul 09.20 WIT anak kedua ditemukan ” kata Babinsa Desa Iha Kulur, Serma Dulhamid Putuhena dikutip dari Tribun Ambon.
Saat ini satu keluarga yang meninggal tersebut telah dimakamkan.
Tak hanya keempat korban meninggal tersebut, ditempat yang sama longsor juga menimpah dua orang lainnya yakni Faisal dan Ripaldi. Namun, keduanya masih selamat dari maut.







Komentar