LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelombang Rakyat Indonesia, Fahri Hamzah, menilai DPD RI salah sasaran karena terlalu banyak menyerang Mahkamah Konstitusi atau MK.
Hal itu dikatakan Fahri di pengujung acara GeloraTalk #53, bertajuk “Menyoal Putusan MK atas UU Pemilu: Piihan Rakyat Makin Terbatas”, secara daring, Rabu (13/7/2022).
“DPD RI salah sasaran, terlalu banyak menyerang MK. Yang mesti dilakukan DPD RI adalah melawan kamar sebelah, DPR itu,” tegas Fahri.
Dijelaskan Fahri, Mahkamah Konstitusi itu sudah disandera politisi. “Makanya, ya, politisi yang ada di DPR itu yang harus dilawan,” ujarnya.
Fahri mempertanyakan, sikap DPD RI, kenapa Mahkamah Konstitusi yang selalu diserang. Sementara DPR RI didiamkan saja.
“Kasihan saja, keterpilihan anggota DPD RI itu cukup berat sementara kewenangannya dibatasi oleh kamar sebelah, lalu Mahkamah Konstitusi yang banyak diserang,” imbuhnya.[liputan.co.id]_(Fas).







Komentar