LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah mengutip syair nyanyian Iwan Fals dalam lagu berjudul “Sumbang”, yaitu: ‘…politik itu kejam…’
Namun berangkat dari identifikasi masalah menurut Fahri, jika tidak ada yang mau menginisiasi perubahan maka boleh jadi semua anak bangsa ini bisa tenggelam.
Dalam demokrasi, sirkulasi kepemimpinan dan elite diatur secara damai melalui Pemilu. Setiap Pemilu ujar Fahri, selalu bisa mendatangkan harapan baru.
“Tetapi Pemilu kita terlalu didominasi oleh partai politik seperti dalam sistem negara komunis, sehingga yang terhambat justru pemimpin baru. Bagian dari pekerjaan kita ke depan adalah merombak agar Pemilu itu merupakan pemilihan orang, bukan pemilihan partai. Partai hanyalah fasilitator bagi orang-orang yang akan maju,” kata Fahri, dalam rilisnya, Selasa (16/8/2022).
Demokrasi sebagai sirkulasi kepemimpinan lanjutnya, itu tidak akan sehat karena ada pretensi dari kekuatan politik untuk mengunci tidak saja pada level regulasi, tetapi lebih kepada penggunaan selain ide sebagai curenncy atau alat tukar dalam pertarungan.
“Mestinya, Pemilu yang sehat adalah yang semakin menjadikan ide sebagai alat tukar, bukan barang,” tegasnya.
Di atas semua ketidaksempurnaan itulah Partai Gelora ingin tetap menang pada Pemilu 2024 yang akan datang, karena hanya dengan cara itu ide-ide baru bisa dijamin masuk ke dalam negara tidak saja berada di pinggiran.[liputan.co.id]_(Fas)







Komentar