oleh

Alumni Lemhanas Sebut Satgassus Merah Putih Tidak Bisa Dibubarkan Begitu Saja, Harus di Audit

JAKARTA – Alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI 2018, Anton Permana, menegaskn Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Merah Putih Polri yang dibentuk era kepemimpinan Tito Karnavian tidak bisa begitu saja dibubarkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Seperti diketahui, pembubaran Satgassus Merah Putih Polri itu diambil seiring terbongkarnya “kejahatan” Irjen Ferdy Sambo, yang merupakan kepala Satgassus Polri tersebut.

Menurut Anton, perlu adanya audit dan laporan pertanggungjawaban mengingat Satgassus memiliki kewenangan yang besar. “Soal audit, mohon maaf ketua RW saja itu ketika ada pergantian kepengurusan itu ada laporan pertanggungjawabannya, ini Satgasus dengan kewenangan begitu luas, luar biasa, hanya dibubarkan begitu saja,” kata Anton dalam diskusi berjudul ‘Audit Satgasus Merah Putih Polri, Segera!’, di Jakarta, Rabu (21/9) kemarin.

“Tujuannya kita audit ini supya kita bisa menyisir apakah terjadi perbuatan melawan hukum atau pelanggaran kode etik,” sambungnya. Namun, Anton yang juga Aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu menyebut bahwa proses audit tidak bisa dilakukan oleh kepolisian, karena hal tersebut dapat membuat proses pengauditan menjadi tidak independen. “Siapa yang akan melakukan audit? Kalau polisi lagi ya ga akan terungkap, ga bisa, memang harus tim khusus gabungan dan independen, dan melibat seluruh masyarakat,” ucapnya.

Jika tidak seperti itu, lanjut Anton, maka kepercayaan publik yang telah luntur kepada Polri tidak akan kembali. “Karena kalau tidak seperti itu, kepercayaan publik yang sedang rontok ini akan sulit diyakinkan,” ucapnya. (***)

Komentar