JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah sepakat dengan langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang mengajak hacker dalam negeri untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga kedaulatan digital, dan juga menjaga data pribadi masyarakat dari ancaman peretasan, terutama dari negara asing.
Dalam mengembangkan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) ahli digital, kata Rizki Aulia, Kementerian BUMN yang dikomandoi Erick Thohir bisa menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Yang perlu benar-benar kita tekankan adalah pengembangan SDM di BSSN. Banyak yang menyampaikan kenapa hacker-hacker ini nggak kita berikan ruang saja untuk mengabdi kepada negara, tentu ini kalau menurut saya di satu sisi pasti ada bagusnya, ini pikiran yang lumayan bisa dibilang solutif,” kata Rizki Aulia kepada wartawan, Rabu (14/9).
Dikatakan politisi Partai Demokrat ini, Indonesia memiliki banyak potensi SDM yang memiliki kemampuan digital. Maka tepat jika ada langkah konkrit pemerintah untuk mengajak mereka berkolaborasi agar masalah peretasan ini tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Poin yang mendasarnya adalah, memang betul di satu sisi sebaik apapun sistem yang kita buat, pasti ada hacker yang lebih pintar lagi untuk mencari celah dan itu pasti dalam hal apapun, kita buat peraturan ada tetangga yang pasti lebih pintar, tetap masuk bisa maling, dan lain sebagainya itulah peretasan data,” ucapnya.
“Jadi yang kita harapkan setelah undang-undang perlindungan data pribadi ini disahkan, ya tunduklah seluruh pengendali data baik publik maupun swasta, bikinlah infrastruktur, nah ini yang kita harapkan bisa dilaksanakan setelah undang-undang ini disahkan,” sambungnya.
Anggota DPR RI termuda ini melanjutkan, pemerintah dalam hal ini Erick Thohir sebagai pihak yang menyarankan agar hacker dalam negeri berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjaga data pribadi masyarakat dalam rangka menjaga kedaulatan dan ekosistem digital di Indonesia
“Ini merupakan salah satu pikiran yang kedepan, tapi walaupun ini nggak akan sesimpel itu. Saya kira diajak juga belum tentu mau, malah mereka seru kayaknya itu kalau buat mereka itu kan sebenarnya kegiatan yang cukup anarkis dan cukup radikal, ini yang perlu diawasi oleh pemerintah,” tandasnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengajak para hacker atau peretas lokal untuk membantu pemerintah melindungi data masyarakat. Ajakan ini ia sampaikan terkait maraknya peretasan belakangan ini.
Erick Thohir mengakui peretasan yang berujung pada pencurian data pribadi merupakan hal yang sangat serius bagi masyarakat. Ia mengatakan untuk mengatasi masalah itu, pemerintah tidak bisa sendiri, dan pemerintah memerlukan dukungan banyak pihak, mulai dari ahli digital hingga para peretas Indonesia.
“Para para peretas pun yang merasa kurang diapresiasi, mulai juga bicara dengan pemerintah supaya jangan saling menjatuhkan, lebih baik kita membangun bangsa kita. Tidak ada salahnya sekarang pemerintah bersama ahli digital dan para peretas justru melindungi negara kita terhadap serangan peretas dari negara lain,” kata Erick Thohir. (***)







Komentar