Raker dengan Menteri PUPR, Emma: Jangan Terjadi Proyek Mangkrak Di Sumbar

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hj. Emma Yohanna mengatakan jangan sampai terjadi proyek mangkrak di daerah pemilihannya, provinsi Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Emma dalam Rapat Kerja Tim Teknis Komite II DPD RI dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, di Gedung Utama Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (29/9/2022).

“Kepada Menteri PUPR, saya mengapresiasi Program Jalan Teluk Tapang untuk rencana kerja tahun 2023. Namun demikian saya juga berharap agar program pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat dapat berkelanjutan, dan tidak mangkrak,” ujar Emma.

Diiketahui, beberapa proyek pembangunan jalan di wilayah Sumatera Barat terancam mangkrak, yang dipicu oleh berbagai persoalan sudah mengemuka di ranah publik.

Merespon permintaan Senator Emma Yohanna, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk Sumatera Barat, pembangunan tol lanjutan Lubuk Alung-Sicincin masih menunggu koordinasi dengan pemangku kepentingan. Ia meminta agar Gubernur Sumbar dapat segera menuntaskan permasalahan yang ada.

“Saya menunggu perintah Pak Gubernur karena saya takut salah. Anak buah saya dipanggil Kapolda, sehingga saya tarik semua. Dan saya setop dulu pembangunannya, menunggu arahan Gubernur Sumatera Barat,” ungkap Basuki.

Terkait dengan jalan tol yang masih belum nampak progres lebih lanjut, Basuki berpendapat bahwa Kota Padang tidak akan bisa berkembang jika tidak bisa tembus atau tidak terhubung ke Pekanbaru.

Bahkan Menteri Basuki juga mengungkapkan terjadinya simpang siur mengenai jalan Padang-Solok, khususnya jalur Sitinjau Lauik.

“Saya sangat malu. Saya sudah minta Dirjen Bina Marga untuk meninjau Sitinjau Lauik hari ini. Jalur Sitinjau Lauik berkemungkinan akan dibuat seperti Kelok Sembilan yang ada di Kabupaten 50 Kota,” imbuhnya.[liputan.co.id]_(Fas)

Komentar