Sikap Tegas Jokowi Ajak Parlemen Global Kolaborasi Atasi Tantangan Dunia Tuai Pujian

JAKARTA – Pidato Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam pembukaan The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20) kemarin mendapat sorotan tajam. Pasalnya, isi pidato Jokowi yang meminta seluruh parlemen dunia turunkan ego dalam mengatasi dampak krisis ekonomi dan krisis geopolitik dunia.

Presiden menilai bahwa penyelenggaraan pertemuan P20 menambah optimisme baru bagi setiap negara untuk bekerja bersama dan berkolaborasi menghadapi tantangan dunia.

Menanggapi pidato ini, Pakar Hubungan Internasional Dinna Prapto Raharja mengatakan, pidato Jokowi itu sangat penting bagi seluruh parlemen dunia menguatkan komitmen dalam merespon krisis geopolitik dunia. Terlebih, Jokowi saat ini berstatus sebagai Presiden G20.

“Pernyataan Presiden Joko Widodo selaku kepala pemerintahan Indonesia yang sedang menjadi Presiden G20 bersifat menguatkan komitmen antar parlemen di P20 untuk saling bekerjasama menyelesaikan aneka masalah dunia pasca pandemi COVID-19,” kata Dinna Prapto saat dihubungi, Sabtu (8/10).

Dikatakan pendiri Synergy Policies itu, Presiden Jokowi menyadari betul bahwa P20 kali ini tidak mengeluarkan joint statement, hingga sangat penting menurunkan ego agar dapat menyamakan pandangan tentang cara menyelesaikan konflik antara negara anggota G20.

“Macam mengingatkan juga bahwa ada agenda-agenda penting yang belum tuntas, yang perlu tetap jadi perhatian ketua-ketua parlemen G20. Hal ini penting karena kita tahu bahwa P20 kali ini tidak mengeluarkan joint statement; karena sebenarnya ada kesulitan menyamakan pandangan tentang cara menyelesaikan konflik antar negara anggota G20,” ucapnya.

Akademisi Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini menyarankan agar Presiden Indonesia terus konsisten tampil dalam forum-forum internasional untuk membawa pesan-pesan damai, serta menguatkan kerja sama yang sudah dibangun.

“Pemerintah Indonesia perlu terus konsisten tampil di forum-forum internasional, membawakan pesan-pesan damai bahkan idealnya mengajukan inisiatif-inisiatif penguat kerjasama yg telah ada di forum regional maupun multilateral,” jelasnya.

“Intinya Indonesia harus nampak terus di panggung dunia. Otherwise yang muncul hanyalah berita-berita dari pihak-pihak yang berseteru, dan yang belum tentu sejalan dengan ide-ide Indonesia,” sambungnya.

Selain itu, kata Dinna Prapto, P20 yang berlangsung pada Rabu sampai Kamis 6 Oktober 2022 itu adalah forum bagi Ketua-ketua parlemen negara-negara anggota G20.

“Pidato kemarin menandai berakhirnya keketuaan Indonesia dalam P20 tahun 2022,” tandasnya. (***)

Komentar