IBRAHLIPUTAN.CO.ID,- Baru-baru ini ada salah satu akun Facebook bernama Prihatin membuat status menyatakan bahwa warga Maluku harus menolak calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI dapil Maluku yang bukan putra atau putri asli Maluku.
Status dari akun Prihatin yang diketahui bodong itu menandai 97 akun dan memosting status pada Selasa 1 November 2022.
“Katakan ” TIDAK “untuk caleg DPR RI yg bukan anak asli daerah Maluku,” tulis akun Facebook Prihatin.
Menanggapi itu salah satu politisi Maluku Ibrahim Ruhunussa menyebut perilaku yang ditunjukan akun bodong tersebut sebagai sikap pembodohan dan terlihat primitif atau keterbelakangan berfikir.
“Saya mengecam politik identitas sebagai sikap politik yang primitif, bodoh dan orang yang penuh ketakutan. Opini yang di bentuk oleh salah satu akun palsu yang mengatakan tidak untuk caleg DPR RI yang bukan asli anak maluku adalah sebuah isu dan pemikiran yang menyesatkan dalam dunia politik,” kecam Ibrahim Ruhunussa.
Dikatakan sikap yang ditunjukan akun Prihatin tersebut telah mencederai dan mengancam demokrasi yang dianut di Indonesia.
“Dan ini mengancam demokrasi kita.ini narasi politik devide et empera(pecah belah) pemikiran seperti ini tidak bisa di tolerir, ini gambaran orang orang yang tidak punya akal sehat dan lagi sakit,” tegas Ibrahim Ruhunussa yang akrab disapa IR lewat rilis yang diterima Liputan.co.id, Rabu 2 November 2022.
Ruhunussa menyatakan dalam persaingan politik yang baik harus dengan gagasan, memberi perhatian kepada masyarakat kecil bukan mala sebaliknya menjadi provokator.
“Ini zaman politik adu gagasan adu kinerja dan adu perhatian kepada rakyat, bukan dengan membangun narasi seperti orang bodoh dan tak berpendidikan, kita harus lawan orang orang seperti ini,” tegas IR.
Ruhunussa meminta pihak kepolisian untuk dapat melacak dan menemukan akun palsu (prihatin) tersebut agar di proses hukum karena sangat mengancam keutuhan bangsa.
“Dalam beberapa kali pemilu tidak pernah ada isu seperti ini, sejak Miranti Dewaningsih Tuasikal, Rohani Vanath yang maju sebagai calon DPR Dan DPD RI tidak pernah kita mendengar isu murahan seperti ini, tetapi menjelang pemilu 2024 isu ini sengaja dimainkan,” ungkap Ruhunussa.
Ruhunussa mengungkapkan saat ini rakyat sudah cerdas melihat siapa yang punya kepedulian sosial yang tinggi untuk dapat dipercaya wakili Maluku di DPR RI.
“Ini bentuk kegamangan terhadap situasi politik di Maluku saat ini, rakyat sekarang sudah sangat pintar mereka lebih cenderung kepada orang yang punya perhatian dan kepedulian. Mereka lebih menyukai orang yang mau turun bersama rakyat sampai ke pelosok desa yang bahkan sulit di jangkau,” ucapnya.
“Rakyat lebih suka kepada pemimpin yang tulus mencintai rakyatnya, bukan banyak bicara tapi tidak pernah berbuat apa-apa buat rakyatnya, bahkan saya yakin rakyat akan melawan orang orang yang berfikir picik seperti ini,” sambung Ruhunussa.
Ruhunussa mengimbau agar warga tidak terjebak dengan isu primordial yang tak bertanggungjawab dan bisa memicu anggapan orang lain di luar Maluku terhadap warga Maluku sendiri dalam persaingan politik.
“Dengan isu seperti ini bagimana kalau di daerah lain akan berlaku sebaliknya, orang Maluku yang ingin berkontestasi dalam pemilu di daerah lain kemudian di larang untuk di dukung. Ini pollitik yang bisa merusak dan mengancam keutuhuan masyarakat di indonesia, sekali lagi narasi provokatif macam ini harus kita lawan,” imbuhnya. (Ky).







Komentar