oleh

Penguatan UMKM Bisa Selamatkan dari Resesi

PURWOKERTO — Penguatan dan Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bisa menyelamatkan perekonomian Indonesia dari kekhawatiran terhadap terpaan resesi ekonomi tahun 2023.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Siti Mukaromah dalam Dialog Kebangsaan “Arah Kebijakan Publik dalam Menghadapi Resesi 2023”, di Hall Perpustakaan UIN Saizu Purwokerto, Jawa Tengah yang dikutip (29/11).

“Berdasarkan asumsi APBN 2023, Indonesia menargetkan pertumbuhan sebesar 5,3%. Insya Allah akan dapat terhindar dari resesi, Pemberdayaan Ekonomi Domestik menjadi salah satu langkah yang harus ditempuh, yakni penguatan produk lokal, Penguatan dan pemberdayaan UMKM, hingga hilirisasi industri berbasis SDA untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun ekspor,” kata politisi yang akrab disapa Erma itu.

Erma yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini menambahkan, prediksi resesi ekonomi pada tahun 2023 telah memicu perbincangan panas di media massa dan mainstream di dunia. Faktor-faktor yang memungkinkan resesi itu terjadi berasal dari ketidakpastian ekonomi global diantaranya dampak Perang Rusia-Ukraina, inflasi barang dan jasa, tingginya suku bunga, serta depresiasi mata uang di beberapa negara berkembang.

“Situasi demikian menimbulkan kekhawatiran pemerintah di berbagai negara belahan dunia dan memandang perekonomian global memberikan dampak negatif terhadap ekonomi domestik di negara mereka,” ujarnya di hadapan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Wilayah-2 Indonesia tersebut.

Dirinya juga mengingatkan bahwa Indonesia, dalam kurun waktu semenjak kelahiran bangsa, mengalami fluktuasi perekonomian. Tumbuh positif, turun, tahun 1995 pernah mencapai posisi puncak pertumbuhan 8,2%. Kemudian tahun 1998 mengalami krisis, kemudian naik lagi. Tahun 2000 karena Pandemi Covid-19 terjadi resesi dengan pertumbuhan -2,1%.

“Alhamdulillah tahun ini naik kembali dan cenderung stabil dan bagus. Alhamdulillah kita belum pernah mengalami Depresi, semoga tidak akan pernah terjadi di negara kita,” harap dia. (***)

Komentar