Politikus PAN Khawatir Wajah Ganda BP2MI

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Rizal meminta Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melindungi semua Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Perlunya BP2MI bersikap melindungi semua PMI menurut politikus PAN itu, guna mencegah bertambahnya korban penyiksaan terhadap PMI di luar negeri.

“Kalau melihat gambaran yang disampaikan tadi, banyak terjadi penyiksaan dan perlakuan tidak beradablah menurut saya. Mengerikan. Belum lagi yang akibat pemerkosaan dan lain sebagainya. Nah, ini menyedihkan bagi kami,” kata Rizal, saat RDP dengan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, (28/11/2022).

Karena itu, Rizal meminta BP2MI harus betul-betul serius menanganinya karena ini warga negara Indonesia semua yang oleh konstitusi diperintahkan untuk lindungi.

Selain itu, Rizal juga khawatir terhadap ada wajah ganda dalam BP2MI. “Ada indikasi keterlibatan BP2MI yang menyebabkan lolosnya para PMI ilegal (non-prosedural) di luar negeri. Terhadap indikasi wajah ganda BP2MI agar dilakukan koordinasi serta penanganan dengan serius,” pintanya.

Berdasarkan laporan lanjutnya, ada sekitar 9 juta PMI di luar negeri. Rinciannya, sekitar 50 persennya legal, dan 50 persennya lagi ilegal. “Ini berarti tidak ada pengurangan PMI yang ilegal. Masih terjadi juga pemasukan (devisa) dari PMI yang non-prosedural.

“Nah, ini kira-kira langkah-langkahnya apa? Saya khawatir nanti ada wajah ganda dari BP2MI, misalnya, ada keterlibatan juga. Sehingga mereka bisa lolos di situ. Nah ini saya kira harus betul-betul ditangani secara serius. Kalau tidak ya bisa lolos terus,” ungkapnya.

Terakhir, anggota DPR dari daerah pemilihan Banten itu juga memberikan saran terkait dengan upaya-upaya yang dilakukan oleh BP2MI untuk bisa bekerjasama dengan Kementerian Ketenagakerjaan melakukan pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Sebaiknya ini juga dilakukan kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan, sebab di sana juga ada BLK dan lain sebagainya. Untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada yang ada di dalam negeri maupun yang sudah menjadi korban tadi ataupun yang sudah pulang ke Indonesia,” pungkasnya.[liputan.co.id]_(Fas)

Komentar