oleh

MPR RI Minta MK Cepat Putuskan Yudicial Review UU Pemilu

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto memintah Mahkamah Konstitusi atau MK cepat memutuskan gugatan yudicial review terhadap sistem proporsional terbuka di dalam UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Sebaiknya lebih cepat, lebih baik diputuskan,” kata Yandri, menjawab pertanyaan wartawan saat menggelar konferensi pers, di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

Selama gugatan tersebut belum diputus MK lanjutnya, khususnya diinternal para calon anggota legislatif, baik pendatang baru maupun petahana merasa tersandera,

“Khususnya di PAN dan para calon anggota legislatifnya baik yang baru maupun yang lama, sepertinya tersandera. Pertanyaan mereka, apakah sistem proporsional tertutup atau terbuka. Kalau tertutup, jelas itu tsunami bagi pencalegan, artinya kemungkinan mundur para Caleg secara massal itu terjadi,” ungkapnya.

Sebaliknya lanjut politikus PAN itu, kalau sistem proporsional terbuka, semangat untuk membangun demokrasi itu sangat tinggi.

“Oleh karena itu, kita minta, berharap kepada MK, karena untuk menuju tahapan daftar calon sementyara (DCS), perlu persiapan yang banyak. Para Caleg itu kan harus membuat surat kelakuan baik, buat keterangan sehat dan lain sebagainya, jadi tidak serta-merta semuanya bisa dadakan,” tegasnya.

“Jadi kita minta kepada MK dan berharap keputusannya itu tetap mempertahankan hasil keputusan MK tahun 2008, yaitu sistem terbuka, atau suara terbanyak murni. Kalau dirubah saya yakin demokrasi kita mundur dan dinamika menyapa rakyat akan terhenti dan lebih kita pastikan lagi kegiatan ekonomi akan tidak maksimal,” ujarnya.

Sebaliknya, kalau para Caleg ada, menurut Yandri, mungkin para Caleg akan cetak kalender, kaos, stiker dan semuanya itu akan menggerakan ekonomi rakyat.

“Jadi kita berharap jangan menjadi pertanyaan terus di internal partai khususnya di PAN, sebaiknya MK mempertahankan keputusannya tahun 2008 dan disampaikan tidak terlalu lama, karena kami harus mempersiapkan segala sesuatu terhadap pencalegan itu sendiri menuju daftar calon sementara,” katanya.

Ditambahkannya, tidak terlalu sulit bagi MK karena sudah pernah ada keputusan, tinggal mengumpulkan keputusan itu dipertahankan. “Harapan kita seperti itu,” pungkasnya.

Komentar