JAKARTA – Tensi politik jelang Pilpres 2024 mulai memanas. Para bakal calon Presiden (Capres) dan calon wakil Presiden (Cawapres) mulai bermunculan, baik dari kader partai politik, kepala daerah hingga menteri.
Beberapa pengamat politik mengakui jika Presiden Joko Widodo alias Jokowi punya pengaruh besar dalam penentuan Pilpres 2024. Tak hanya Presiden Jokowi, Wakil Presiden Ma’ruf Amin pun dinilai masih memiliki pengaruh besar dalam penentuan Pilpres 2024.
Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan, Wapres Ma’ruf Amin masih memiliki pengaruh besar dalam peta perpolitikan nasional, seperti yang terjadi pada Pilpres 2019 dimana pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin keluar sebagai pemenang dan itu tidak lepas dari pengaruh dari sosok Kyai Nahdlatul Ulama (NU) karismatik itu.
“Pengaruhnya tetap besar tapi tidak sebesar Pilpres 2019, karena momentumnya sudah beda, pemilih sudah beda jadi momen Pak Ma’ruf Amin itu di 2019 lalu menjadi faktor kemenangan Jokowi,” kata Ujang kepada wartawan, Kamis (12/1).
Dikatakan akademisi Universitas Al-Azhar Jakarta itu, pengaruh yang sangat signifikan di di 2019 akan tidak sama di tahun 2024 mendatang, karena momentumnya sudah berubah, dimana sosok Capres hingga pemilih juga ikut berubah. Bahkan, pengaruh Ma’ruf Amin di NU pun mulai berkurang dengan bergantinya pimpinan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
“Tapi kalau 2024 sudah berbeda karena pimpinan NU juga sudah berbeda, MUI juga sudah berbeda. Jadi saya melihat pengaruhnya memang besar, tapi tidak sebesar di 2024 lalu,” ucapnya.
“Setiap zaman itu ada orangnya dan setiap orang itu ada zamannya, jadi Pak Ma’ruf itu zamannya di 2019 lalu dan di 2024 itu masih ada tapi tidak sebesar 2019,” tambahnya.
Meski pengaruh Ma’ruf Amin di NU dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah berkurang, namun posisi Ma’ruf Amin sebagai Capres masih menjadikan dia tetap berpengaruh dalam penentuan Capres maupun Cawapres di 2024 mendatang.
“Jadi kalau melihat pengaruh sudah berbeda ya, beda waktu. Mungkin karena jabatannya Wapres tetap masih punya pengaruh tapi tidak sebesar 2019, karena NU maupun MUI sudah dengan pimpinan yang baru jadi tidak sebesar 2019, tapi tetap masih berpengaruh di Pilpres 2024,” jelasnya.
Meski begitu, kata Ujang sikap politik NU hingga kini belum diketahui jadi pengaruh Ma’ruf Amin masih bisa kuat, jika kedua penelah pihak memiliki arah politik yang sama.
“Kita lihat saja nanti kalau NU sepaham dengan Pak Kyai Ma’ruf maka akan punya pengaruh besar, tapi kalau tidak maka kecil pengaruhnya, begitu indikatornya. NU kan sudah punya pemimpin baru dan saat ini juga sudah punya jalan politik sendiri,” tutupnya. (***)







Komentar