JAKARTA – Jelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, sejumlah suara terdengar semakin kencang terkait salah satu persyaratan sebagai calon Ketum PSSI yang tak dipenuhi oleh Erick yakni lima tahun berkecimpung di dunia sepak bola nasional.
Merespon hal tersebut, Persib Bandung melalui Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Teddy Tjahjono buka suara. Ia mengonfirmasi bahwa Erick Thohir pernah aktif mengurus Persib Bandung dari tahun 2009 hingga 2019 sebagai Wakil Komisaris Utama.
Hal itu sekaligus mengklarifikasi berbagai tuduhan yang mempersoalkan keaktifan Erick Thohir selama 5 tahun di sepak bola Indonesia.
“Pak Erick Thohir, rekam jejaknya, yang ingin kita pastikan, kita konfirmasi bahwa beliau itu memang bagian di Persib sejak 2009 sampai 2019 sebagai Wakil Komisaris Utama,” ujar Teddy Tjahjono dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).
Teddy menegaskan, Erick Thohir memiliki pengalaman mengurus sepak bola dalam negeri dan hal tersebut memenuhi syarat sebagai kandidat calon ketua umum PSSI yang mensyaratkan berpengalaman selama 5 tahun.
“Jadi memang rekam jejaknya ada, sesuai dengan legalitas yang ada di PT PBB, itu semua ada. Jadi berita di luar soal rekam jejaknya aspal, itu tidak benar. Kita tahu, bahwa syaratnya adalah 5 tahun aktif di sepakbola. Kita ingin mengkonfirmasi bahwa secara legalitas itu memang aktif di PT PBB,” paparnya.
Dikatakan Teddy, Erick Thohir yang juga anggota International Olympic Committee (IOC) itu memiliki pengalaman internasional, Erick dikenal pernah jadi bagian dari beberapa klub luar negeri seperti DC United serta Inter Milan.
Lanjut Teddy, di tangan Erick Thohir klub-klub besar tersebut pernah terkoneksi dengan Persib, seperti menggelar laga uji coba atau kerja sama berupa kurikulum akademi Inter Milan yang diadopsi ke Persib, selain itu mengirim Djadjang Nurdjaman ke Italia untuk menimba ilmu.
“Beberapa hal penting yang pernah dilakukannya, seperti mendatangkan DC United ke sini, Akademi inisiasi dengan Inter Milan, kemudian memfasilitasi Pak Jajang di Inter milan selama empat bulan. Jadi itu adalah beberapa bukti bahwa dia hadir dan aktif di Persib. Sampai 2019 sebelum diangkat sebagai menteri,” jelas Teddy.
Sementara itu, Mantan manajer timnas Indonesia pada SEA Games 1991, IGK Manila, mengapresiasi munculnya nama Erick Thohir sebagai calon ketua umum PSSI. Menurut Manila, Erick punya rekam jejak yang sudah teruji hingga ke sepak bola internasional.
Pengalaman Erick Thohir di sepakbola internasional disebut sebagai modal lebih untuk memimpin PSSI. Menteri BUMN itu dinilai menjadi calon kuat Ketum PSSI.
Erick Thohir pernah menjadi pemilik saham mayoritas raksasa Italia Inter Milan. Selain itu ia juga pernah memiliki saham di klub Major League Soccer yakni DC United.
“Erick sudah malang melintang dalam dunia sepak bola internasional ataupun nasional,” kata Manila dalam keterangannya.
Menurut Manila, sepakbola Indonesia memang harus menjadikan sepakbola internasional sebagai contoh. Menurutnya, PSSI ke depan mesti memahami betul sepakbola modern yang mengombinasikan sisi olahraga dan keilmuan sehingga perlu pengurus yang memahami sepakbola modern.
“Kita belajar dari ragam best practices kompetisi di negara maju sepakbola dan menyusun standar yang kontekstual dan kompetitif. Beberapa kecenderungan di kita, terkait dengan benchmarking (tolok ukur) ialah standardisasi administratif dan minim kajian mendalam,” ujarnya. (***)







Komentar