Politikus Gerindra Ingatkan Pemerintah Fokus Kualitas Pertumbuhan

LIPUTAN.CO.ID, JakartaAnggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad mengingatkan pemerintah serius mendesain dan mengimplementasikan strategi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Politikus Partai Gerindra itu percaya, perencanaan dan implementasi tersebut berpotensi menjadi kekuatan utama ekonomi Indonesia sehingga mampu mencegah potensi resesi tahun 2023.

“Kita mengingatkan pemerintah untuk betul-betul mendesain dan mengimplementasikan kebijakan agar target pertumbuhan ekonomi tahun 2023 supaya lebih berkualitas,” kata Kamrussamad, dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “Membedah Target Pertumbuhan Ekonomi di Tengah Isu Resesi”, di Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Ukuran berkualitas itu lanjut dia, adalah setiap satu persen pertumbuhan ekonomi harus bisa menciptakan 500.000 lapangan pekerjaan baru.

Selain itu kata Kamrussamad, belanja APBN yang tepat akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Disarankannya, APBN yang tersedia saat ini dimanfaatkan pada kuartal kedua. Jika dimanfaatkan secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat akan meningkatkan kualitas belanja negara untuk mencapai target.

“Kalau APBN-nya belanjanya di bulan September, Oktober, November, bagaimana mau tepat sasaran dan tepat manfaat? Nggak akan nge-impact terhadap pertumbuhan ekonomi itu. Sebagai contoh, kalau Rp700 triliun lebih TKDD kita dibelanjakan di kuartal kedua, saya yakin dan percaya, desa-desa dan dana desa termasuk di dalamnya, itu bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegasnya.

Kamrussamad menjelaskan, DPR RI melalui Komisi XI telah meminta pemerintah untuk menggenjot tax ratio penerimaan negara di berbagai sektor yang relatif tumbuh dalam 15 bulan terakhir.

Diketahui, pasca mengalami penurunan di tahun 2020, tax ratio kemudian kembali tumbuh masing-masing 9,11 persen pada 2021 dan 10,41 persen pada 2022.

Rekomendasi ini, baginya, menjadi krusial lantaran tax ratio juga menyumbangkan kekuatan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Tahun ini, karena defisit APBN kita sudah harus di bawah tiga persen, maka kita minta pemerintah menggenjot tax ratio. Kalau tax ratio tercapai sesuai dengan target di kuartal kedua dan ketiga tahun ini, maka kita akan optimis ketahanan fiskal kita akan kuat. Sehingga, tahun depan, APBN 2024 nanti, tingkat resiliensinya akan jauh lebih baik,” pungkasnya.

Komentar