LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan ada harapan baru dalam dunia pesepakbolaan Indonesia dengan terpilihnya Erick Thohir jadi Ketua Umum PSSI untuk 4 tahun ke depan.
Harapan tersebut menurut Syaiful, semakin kuat karena dari sisi regulasi sudah ada UU Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang diperkuat dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Persepakbolaan Nasional.
“Kalau harapan stakeholder dan dua regulasi tentang pesepakbolaan itu diimplementasi secara baik, maka suporter segera berubah. Erick punya track record untuk merubahnya,” kata Syaiful Huda, dalam acara Dialektika Demokrasi, bertajuk “Harapan Kemajuan Sepakbola dengan Nakhoda Baru PSSI”, di Media Media Center DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Untuk menjawab harapan kemajuan sepakbola itu kata Syaiful, Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama kabinetnya tentu butuh waktu.
Dijelaskannya, mencetak prestasi butuh waktu lama. Karena itu, PSSI jangan mengurus sepak bola untuk jangka pendek. Kalau itu terjadi, maka PSSI terjebak lagi dengan masalah lama. Kalau terjebak, maka tidak akan ada juga prestasi.
“Perbaikan untuk jangka panjang, jauh lebih penting bagi PSSI ketimbang kepentingan jangka pendek. Erick harus banyak membidik grassroots. Kompetisi harus bagus dan jelas. Demikian juga soal wasit. Perlu transformasi yang lebih jelas. Setidaknya butuh waktu 15 tahun,” tegasnya.
Politikus PKB itu menegaskan, yang terbaik buat Erick Thohir adalah meletakan kebijakan jangka panjang.
“Misalnya PSSI tidak boleh membiarkan club bola yang tidak sehat secara keuangan. Itu harus cepat diatasi. Gunakan hak veto untuk club yang tidak sehat. Selama ini terjadi kompromi soal ini,” ungkapnya.
Demikian juga halnya dengan jadwal pertandingan. “Tidak boleh tunduk kepada kepentingan eksternal PSSI. Termasuk stadion yang tidak layak untuk sebuah pertandingan,” ujarnya.
Syaiful juga menggarisbawahi pernyataan Erick yang akan membuat peraturan yang harus dipatuhi secara bersama. Bila ada salah satu tidak patuh silakan ambil jalan sendiri.
“Termasuk di internal PSSI saat ini ada wajah baru dan wajah lama, bagaimana Erick menyatukannya guna menyudahi berbagai potensi konflik,” kata Syaiful.
Demikian juga dengan janji Erick yang akan menggelar sarasehan tentang sepak bola di bulan Maret ini untuk minta saran dan kritik demi perbaikan. Itu pasti ditunggu stake holder.
“Karena itu kembali saya ulang, saya tidak mengharapkan PSSI memprioritas program jangka pendek untuk berprestasi. Benahi dulu internalnya. Kalau saya maunya yang tidak setuju dengan aturan baru mundur. Celaka Erick kalau Sia-siakan Harapan Publik,” pungasnya.







Komentar