GenPi Optimis Piala Dunia U-20 Bangkitkan Potensi Wisata Olahraga Tanah Air

JAKARTA – Ketua Umum Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Siti Chotijah mengatakan, Piala Dunia U-20 ini bisa menjadi ajang kebangkitan pariwisata olahraga tanah air. Sebab, seluruh mata dunia akan tertuju ke Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah pesta sepak bola akbar nomor dua FIFA.

Oleh sebab itu, GenPI yang konsen pada dunia wisata Indonesia menyambut baik ajang Piala Dunia U-20 2023 ini.

“Ini menjadi ajang promosi bagi seluruh peserta dan juga nanti yang jadi terpaan media dari promosi Piala Dunia U-20 ini. Kami sangat menyambut baik dan kalau bisa memang semakin banyak event, apalagi yang bertajuk internasional ini juga akan semakin meningkatkan kunjungan wisata begitu,” kata Siti Chotijah kepada wartawan, Selasa (14/3).

Dikatakan Siti Chotijah, ia mendukung penuh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam menggairahkan pariwisata Indonesia lewat ajang Piala Dunia U-20. Hal ini tak lepas dari trend baru yang berkembang saat ini, yakni sport tourism.

“Kalau dari kami (GenPI) melihatnya ini memang sebuah potensi yang besar, jadi salah satu trend yang berkembang itu adalah sport tourism, menggabungkan antara sport dengan tourism begitu, dan penyelenggaraan berbagai event olahraga di Indonesia apalagi yang bertajuk internasional Itu sudah pasti akan meningkatkan animo kunjungan wisata ke Indonesia,” ujarnya

Menurut perempuan yang akrab disapa Mba Jhe ini, meski ada isu soal tindakan onar yang dilakukan oknum turis asing, ia optimis potensi wisata di Bali akan kembali bangkit dengan adanya gelaran Piala Dunia U-20.

Sebab, lanjut Mba Jhe, Piala Dunia U-20 akan jadi sentral ekonomi wisata karena kesadaran bahwa Bali merupakan jantung pariwista Indonesia. Apalagi Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

“Terkait dengan apa yang terjadi di Bali saat ini, yakni pelanggaran yang dilakukan oleh wisatawan asing itu sebenarnya satu masalah tersendiri, tapi sebenarnya itu tidak mengganggu animo masyarakat yang akan datang kembali, khususnya untuk melaksanakan dan menonton Piala Dunia U-20,” ucapnya.

Oleh karena itu, GenPI berharap agar PSSI bersama pemerintah pusat maupun daerah terus mensosialisasikan potensi wisata Indonesia melalui ajang Piala Dunia U-20, karena wisata Indonesia tidak hanya di Bali tetapi di daerah-daerah lain juga perlu ditingkatkan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat lokal juga sangat perlu agar wisatawan asing merasa betah berada di Indonesia.

“Harapan kami terhadap PSSI khususnya kepada Pak Erick Thohir ini melalui ajang Piala Dunia U-20 ini harapannya semakin meningkatkan kesadaran dari masyarakat lokal untuk memberikan pelayanan yang baik, lalu melalui Piala Dunia U-20 ini juga menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia di berbagai negara,” harapnya.

“Dan harapannya juga ini menimbulkan anime untuk datang ke Indonesia bukan hanya untuk mengikuti Piala Dunia U-20, tetapi bagaimana juga untuk menikmati pariwisata yang ada di dalamnya,” sambungnya.

Diungkapkan Mba Jhe, dalam pagelaran pesta sepak bola akbar U-20 ini sangat berpotensi mendatangkan wisatawan, baik itu para pemain dan staf maupun para penonton atau pendukung negara kebanggaan mereka. “Harapannya bukan hanya pemain saja yang hadir tetapi suporter mereka dan keluarga mereka,” ungkapnya.

Dengan kunjungan ini, lanjut Mba Jhe potensi ekonomi Indonesia juga akan meningkat, khususnya bagi para pelaku UMKM di tempat-tempat wisata.

“Syukur-syukur bukan hanya menonton pertandingan tapi bagaimana mereka extend membelanjakan sebanyak mungkin uang mereka untuk memberikan atau dampak ekonomi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, ketua umum PSSI Erick Thohir mengatakan, hajatan Piala Dunia U-20 akan membangkitkan pariwisata olahraga Indonesia, khususnya Bali.

“Kami dari PSSI menganggap Piala Dunia U-20 penting, jadi harus tolong menolong,” ungkap Erick Thohir dikutip dari laman resmi PSSI.

“Apalagi Bali adalah jantung pariwisata Indonesia, dan ajang ini jadi sentral ekonomi wisata. Jangan sampai terlena, tidak meningkatkan nilai kompetitif. Termasuk pariwisata olahraga,” imbuhnya. (***)

Komentar