JAKARTA – Elektabilitas Menteri BUMN Erick Thohir sebagai calon wakil Presiden (Cawapres) terus meningkat. Terbaru, hasil survei Poltracking Indonesia Erick Thohir menjadi nama pertama dari 10 nama yang digadang-gadang sebagai Cawapres di Pilpres 2024 besok.
Bahkan, Erick Thohir disebut berpotensi diusung sebagai Cawapres mendampingi Ganjar Prabowo tang telah resmi diusung PDIP atau Prabowo Subianto. Menguatnya nama Erick Thohir ini pun diakui oleh Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMas yang mengakui kemunculan Erick Thohir di bursa Pilpres 2024 sebagai kekuatan besar dalam membantu Capres.
“Saya melihat dari awal munculnya Pak Erick Thohir ini sebagai suatu kekuatan besar sebenarnya yang dapat membantu Capres. Siapapun itu Capresnya berpeluang untuk membantu memenangkan di Pilpres 2024, karena seperti yang tadi dibilang ada salah satu modal besar kekuatan secara sosial, latar belakang beliau kalau kita lihat dari latar belakang etnisnya kan dari luar pulau Jawa dan ini masih sangat memberikan dampak terhadap pemilih-pemilih yang ada di luar pulau jawa,” kata Fernando EMas kepada wartawan, Rabu (3/5).
Tidak hanya representasi luar Jawa, kedekatan Erick Thohir dengan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) menjadi nilai plus Erick Thohir dari nama-nama Bacapres lainnya seperti Sandiwga Uno maupun Ridwan Kamil.
“Kemudian beliau itu merupakan salah satu bagian dari organisasi besar keagamaan yaitu NU, dan ini kan kalau kita lihat sangat bisa diterima di internal NU, jadi tidak ada resistensi di dalam internal sehingga untuk bisa memaksimalkan perolehan suara dari kalangan Nahdliyyin itu sangat bisa maksimal,” ujarnya.
Dikatakan Fernando EMas, dukungan Erick Thohir juga sangat besar dari kalangan profesional karena kinerjanya selama memimpin Kementerian BUMN. Tak hanya itu, Erick Thohir yang notabene berasal dari Lampung bisa meraup suara dari wilayah Sumatera, dan ini menjadikan dirinya sebagai Cawapres penentu kemenangan di Pilpres 2024.
“Ini kan kalau kita lihat belum lagi nanti dari kalangan profesional, dari kalangan wiraswasta yang melihat bagaimana kinerja-kinerja dari Pak Erick ini. Jadi sebenarnya kalau kita lihat Pak Erick ini memiliki kekuatan yang sangat besar sehingga ini menjadi seksi untuk Capres, dan menjadi harapan terhadap capres-capres yang muncul sekarang ini,” ucapnya.
“Kalau kita melihat misalnya kalau di Lampung itu kemungkinan di atas 70% sampai ke arah Jambi atau mungkin dan sangat mungkin sampai ke Riau, Kepri itu sangat mungkin nanti di atas 70%. Tetapi dari Sumut sampai ke Aceh mungkin itu di bawah 70%, jadi beliau ini akan memimpin perolehan suara kalau dirangkul oleh salah satu Capres baik itu Ganjar maupun Prabowo,” sambungnya.
Dijelaskan Fernando EMas, kehadiran Erick Thohir di bursa Pilpres 2024 memberikan warna bagi para Capres dengan kekuatan basisnya, baik di kalangan Nahdliyin maupun masyarakat umumnya.
“Pak Erick sangat memberikan peran penting untuk kemenangan dari capres yang akan diusung oleh partai-partai politik pada Pilpres yang akan datang, apalagi itu kan beberapa lembaga survei selalu menempatkan beliau di urutan pertama dan itu jadi gambaran partai-partai dalam menentukan cawapres yang akan mendampingi capres yang mereka tentukan,” jelasnya.
Lebih jauh Fernando EMas, posisi Erick Thohir saat ini dengan tingkat elektabilitas tertinggi sebagai Cawapres akan berperan penting dalam memberikan kemenangan kepada pasangannya nanti di Pilpres 2024. Bahkan, Fernando EMas meyakini jika Erick Thohir digandeng oleh Ganjar Prabowo atau Prabowo Subianto sangat berpeluang besar memenangkan Pilpres 2024.
“Kalau kita melihat beliau ini sebenarnya sangat berperan penting terhadap kemenangan dari capres, baik itu Pak Ganjar maupun Prabowo Subianto, apalagi kalau nanti berpasangan dengan salah satunya dari keduanya itu, saya melihat siapa yang menggandeng beliau akan dengan sangat terbuka kemenangannya,” paparnya.
“Bagaimanapun juga para petinggi dan elit-elit di NU ini kan memang sangat simpatik terhadap Pak Erick Thohir, makanya kan beliau itu justru sangat diharapkan oleh para elit, kelompok-kelompok yang ada di NU yang dianggap sebagai bagian dari organisasi NU dan itu diterima. Kalau kita lihat sangat cerdas juga ketika melihat tokoh-tokoh yang sangat potensial yang sangat diharapkan untuk kepentingan bangsa ini ke depan dirangkul mereka,” ungkapnya.
Fernando EMas pun memastikan bangsa ini masih membutuhkan tokoh seperti Erick Thohir yang memiliki pengalaman memimpin sangat baik. Untuk itu, dukungan dari kalangan Nahdliyin kepada Ketua Umum PSSI ini sebagai Cawapres sangat tepat demi kemajuan bangsa lebih baik lagi ke depan.
“Seperti yang saya bilang Pak Erick ini berdasarkan pengalaman sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Seharusnya organisasi itu seperti NU begitu melihat ini lho tokoh dan anak-anak bangsa yang potensial harus dirangkul, dinaikkan dan diangkat. Bila perlu ada kesempatan untuk mengangkat mereka jadi pimpinan, karena melihat potensi, kemampuan dan kapasitas mereka untuk bisa memimpin negara ini ke depan,” ungkapnya.
“Jadi bukan karena hanya kedekatan, tetapi karena melihat kebutuhan NKRI ke depan. Kalau saya lihat ini sangat cerdas sebenarnya, di sini NU merangkul Pak Erick, saya berharap partai politik juga jauh lebih cerdas memilin cawapres yang akan datang, melihat orang-orang yang berpotensi sesuai dengan kebutuhan negara ini ke depan,” pungkasnya. (***)







Komentar