JAKARTA – Tim Nasional (Timnas) Indonesia telah menggelar pertandingan FIFA Matchday melawan Timnas Argentina yang saat ini menjadi tim nomor satu dunia usai memenangkan Piala Dunia 2022 di Qatar. Meski kalah dengan skor tipis 0-2, Presiden hingga masyarakat Indonesia merasa puas dengan permainan Asnawi Cs.
Keberhasilan Ketua Umum PSSI Erick Thohir datangkan Timnas Argentina ini mendapat pujian dari Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi. Menurut Presiden Jokowi, untuk mendatangkan tim sekelas Argentina perlu jaringan internasional yang kuat, terlebih Argentina saat ini berstatus juara dunia, dan Erick Thohir sukses mendatangkan anak asuh Lionel Scaloni untuk menghadapi Timnas Indonesia.
Menanggapi pujian Presiden Jokowi, Analis sepak bola Gafar Lestaluhu mengatakan, keberhasilan Erick Thohir mendatangkan Argentina layak mendapat apresiasi tinggi, karena keberhasilan mantan Presiden Inter Milan itu bukan hanya pada mendatangkan Timnas Argentina, tetapi berhasil berubah wajah sepak bola Indonesia lebih berkembang dan modern.
“Siapapun akan mendapatkan apresiasi lebih kalau berikan yang terbaik, termasuk pak Erick yang dengan pengalaman serta korelasi dengan sepakbola dunia pasti akan mendapatkan apresiasi yang lebih, bukan hanya dari presiden tetapi dari masyarakat sepakbola juga,” kata Gafar kepada wartawan, Kamis (22/6).
Menurut Gafar, pertandingan melawan Argentina kemarin sangat berpengaruh pada pemain, terutama mental bertanding dan fisik mereka yang prima. Apalagi, dalam pertandingan kemarin, pemain Indonesia terlihat bermain lepas seperti melawan tim dengan kualitas (peringkat) sama.
“Efek yang sangat jelas adalah sebagai media mengukur Timnas Indonesia sudah berada di level mana, baik secara mental, tehnik, skill dan fisik dgn tim-tim level atas. Secara keseluruhan sangat baik, terutama pada babak 2 Timnas Indonesia bisa bermain lepas tanpa beban,” ucapnya.
Dikatakan mantan pemain Semen Padang dan Persikota Tangerang ini, rencana Erick Thohir untuk memperbanyak pertandingan dengan negara-negara yang peringkat FIFA teratas sangat tepat, karena pertandingan-pertandingan tersebut akan menambah jam terbang para pemain.
“Sains sepakbola modern adalah evaluasi berdasarkan hasil evaluasi Game artiY semakin banyak Game match yang dilakukan akan semakin mengetahui kelemahan dan kekurangan untuk diperbaiki,” ujarnya.
Sementara itu, pengamat sepak bola Rony Samloy menuturkan, pujian dari Presiden Jokowi ke Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Argentina adalah hal yang lumrah. Karena bukan hanya Presiden Jokowi, masyarakat pecinta sepak bola tanah air juga memberikan pujian kepada Menteri BUMN itu.
“Pujian Presiden ke Pak Erick Thohir adalah lumrah dan semua pencinta sepakbola tanah air setuju dengan pujian tersebut karena pak Erick Thohir memang punya komitmen, ketulusan dan pengalaman mumpuni untuk sepakbola nasional maupun dunia,” ungkapnya.
Dijelaskan Samloy, pertandingan melawan Argentina kemarin menyadarkan masyarakat Indonesia bahwa sepak bola harus diurus oleh orang yang memahami sepak bola. Apalagi, sepak bola Indonesia sudah lama dikuasai oleh para mafia yang hanya mementingkan keuntungan, dan tidak mengutamakan prestasi.
“Efek yang paling penting adalah ada kesadaran kolektif untuk semua anak bangsa untuk mendukung timnas Indonesia. Aspek lain laga persahabatan tersebut menjadi momentum kebangkitan sepakbola Indonesia, bahwa sudah saatnya kita bangkit setelah lama tertidur dan dininabobokan mafia sepakbola, dan cara-cara kotor mengelola sepakbola nasional. Kini masyarakat mulai mencintai timnas karena kita sudah bangkit dari tidur pulas,” jelasnya.
“Secara pribadi saya mendukung penuh keinginan PSSI mendatangkan tim dunia untuk laga persahabatan di Indonesia karena efeknya untuk perbaikan peringkat dan pengalaman, tapi juga untuk evaluasi timnas saat ini dan ke depan,” sambungnya.
Samloy juga mendukung penuh kebijakan-kebijakan PSSI dalam hal melakukan naturalisasi pemain keturunan dari luar. Pasalnya, para pemain naturalisasi bisa membawa dampak baik berupa pengalaman kepada pemain lokal, dan pastinya membantu Timnas meraih prestasi ke depan.
“PSSI tak perlu minder menggunakan jasa pemain naturalisasi yang didukung pemain lokal berkualitas. Kita sekarang hanya butuh kekompakan dan kepercayaan penuh ke pak Erick Thohir dan PSSI untuk membentuk timnas Indonesia disegani di level dunia,” pungkasnya. (***)







Komentar