Terima Utusan Putin, Sultan Minta Pasokan Pupuk dan Gandum Dipermudah

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin menerima kunjungan Wakil Ketua Komite Utusan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia, Andrey Denisov, Rabu (9/82023) malam.

Dalam pertemuan yang dilanjutkan dengan makan malam bersama itu, Sultan dan Denisov yang ditemani Dubes Rusia untuk RI mendiskusikan beberapa isu penting terkait kerja sama antara Rusia dan Indonesia.

Salah satu isu yang menurut Sultan sangat krusial untuk dibicarakan secara intensif menyangkut ketahanan pangan kedua negara di tengah hegemoni geopolitik dan ancaman perubahan iklim. Rusia memiliki peran strategis sebagai salah satu negara pengekspor bahan baku pupuk dan pangan terbesar dunia saat ini.

“Tidak diragukan lagi bahwa Rusia memiliki daya ketahanan pangan nasional yang kuat dan mandiri. Dan Indonesia tentunya memiliki kepentingan yang strategis dengan penguasaan Rusia dalam isu krusial ini,” ujar Sultan.

Industri pupuk Indonesia, kata Sultan, sangat bergantung pada supplai phospat dari Rusia. “Kami mengapresiasi langkah Rusia yang masih memasok kebutuhan pupuk dan gandum ke Indonesia secara lancar di tengah meningkatnya eskalasi perang saat ini,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengimpor pupuk dari Rusia sebanyak 1,03 juta ton selama tahun 2022 dengan nilai mencapai US$811,15 juta.

“Kita ingin importasi pupuk dan pangan dari Rusia terus ditingkatkan selama periode yang menegangkan ini. Dan diharapkan Rusia bisa memberikan kemudahan dan insentif khusus pada setiap produk strategis seperti pupuk dan gandum ke Indonesia,” ungkap mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Federasi Rusia diketahui baru saja menolak memperpanjang kesepakatan Black Sea Grain Initiatives atau Kesepakatan Biji-bijian Laut Hitam, pada Senin 17 Juli 2023 lalu.

Melansir CNBC Indonesia, isi kesepakatan itu diantaranya soal pengangkutan 33 juta metrik ton produk pertanian oleh lebih dari 1.000 kapal yang telah berangkat dari pelabuhan Odessa, Chornomorsk, dan Yuzhny-Pivdennyi di Ukraina.

Komentar