Abdullah Puteh: Harusnya Pemerintah Fokus Berantas Judi Online Ketimbang Menutup E-Commerce TikTok

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota DPD RI Profesor Abdullah Puteh, mengatakan pemerintah harus memprioritaskan pemberantasan judi online yang semakin merajalela dibandingkan dengan penutupan e-commerce TikTok.

Menurutnya, sudah beberapa kali disampaikan, fenomena judi online yang mudah diakses oleh masyarakat saat ini memiliki dampak lebih besar terhadap ekonomi dan moral bangsa.

“Pemerintah seharusnya fokus pada upaya pemberantasan judi online yang semakin masif dan mudah diakses oleh masyarakat. Berdasarkan data PPATK, transaksi judi online telah mencapai angka hingga ratusan triliun,” ujar Puteh, Rabu (27/9/2023).

Lebih lanjut, Senator asal Aceh itu menilai kondisi ini sangat memprihatinkan. Ketika daya beli masyarakat menurun, bukan berarti uang yang ada justru dialihkan untuk berjudi online. Tentu hal ini dibutuhkan atensi khusus dari Pemerintah Pusat.

Sebagai informasi, saat ini terjadi fenomena baru di kalangan masyarakat, di mana uang sebesar Rp20 ribu hingga Rp50 ribu yang seharusnya digunakan untuk belanja atau jajan, kini beralih ke judi online.

“Ini merupakan dampak dari begitu massif dan mudahnya akses judi online. Hal ini berdampak negatif bagi perekonomian masyarakat dan bangsa pada umumnya,” tegasnya.

Mengenai isu penutupan e-commerce TikTok, Puteh menyatakan pemerintah perlu mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut. Menurutnya, e-commerce seperti TikTok memiliki peran penting dalam mendukung UMKM dan perekonomian digital di Indonesia.

“Sebagai solusi, sebaiknya pemerintah meningkatkan pengawasan dan regulasi terhadap konten yang ada di platform tersebut, daripada menutupnya sama sekali,” ujarnya.

Selain itu, Puteh juga meminta pemerintah untuk meningkatkan edukasi digital kepada masyarakat. Dikarenakan saat ini pendidikan digital sangat penting untuk menghindari masyarakat dari dampak negatif teknologi, termasuk judi online.

Sebagai wakil daerah dari Provinsi Aceh, Puteh berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat dan mengawal kebijakan pemerintah agar sejalan dengan kepentingan masyarakat banyak.

“Saya berharap pemerintah dapat memprioritaskan isu-isu yang benar-benar berdampak bagi masyarakat dan bangsa,” pungkasnya.

Komentar