LIPUTAN.CO.ID, Surabaya – Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Profesor Hendrawan Supratikno mengatakan perlu peta jalan atau roadmap yang jelas bagi BUMN yang mengajukan Penyertaan Modal Negara (PMN).
Peta jalan tersebut menurutnya, sangat diperlukan agar PMN yang dikucurkan dapat benar-benar bermanfaat dan efisien dalam pemanfaatannya.
“Peta jalan yang jelas diperlukan bagi BUMN pengusul PMN. Kalau PMN dikucurkan tanpa persiapan BUMN untuk melakukan inisiatif strategis, dan meningkatkan kinerja, tentu PMN ini menjadi tidak berguna sebenarnya, hanya menyambung kehidupan yang sulit sebenarnya,” kata Hendrawan, usai mempelajari hasil pemeriksaan BPK terhadap PMN kepada tiga BUMN yakni PTPN, PT PNM dan kepada PT PII, di Surabaya, Selasa (26/9/2023).
Pemberian PMN kepada BUMN, lanjutnya, seyogyanya diberikan berdasarkan roadmap dan prospek yang dibuat masing-masing BUMN.
Dengan begitu kata politikus PDIP tersebut, jumlah dana yang digunakan jelas dan pemanfaatannya pun dapat menjamin kinerja yang baik bagi BUMN.
“Kalau butuhnya (PMN) besar, jangan di-icrit-icrit (dikasih sedikit-sedikit), percuma, mari kita berikan penyertaan modal negara yang memadai, mencukupi, tetapi dengan jaminan bahwa nanti kinerjanya membaik, dan BUMN-BUMN ini menjadi kompetitif, memiliki daya saing yang tinggi. Kalau tidak, jumlahnya hanya sedikit (PMN yang diberikan). Sehingga mereka ya bertahan hidup saja, jadi kita memelihara BUMN yang tidak memiliki daya saing dan mereka hanya bertahan hidup, tidak bisa berkembang lagi,” tegasnya.
Dalam agenda tersebut, Anggota Komisi XI ini juga menyoroti PMN yang diberikan kepada PTPN yang dia nilai belum efektif dalam meningkatkan kinerja BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan, pengolahan, dan pemasaran hasil perkebunan tersebut.
Hal tersebut terjadi menurut Hendrawan, karena tidak ada roadmap yang jelas, yang dimiliki PTPN utamanya pada industri gula.
“Nah dalam kasus PTPN ini karena salah satu produk andalannya gula, seperti kita tahu industri gula kita sangat tidak efisien. Gula kita biaya pengadaannya jauh lebih mahal dibanding gula yang kita impor. Itu sebabnya kita tadi menanyakan roadmap seperti apa? peta jalan seperti apa yang dimiliki oleh PTPN? agar industri gula nasional ini bisa kembali bangkit,” imbuhnya.







Komentar