Sempurnakan Ranperda Penyertaan Modal Daerah, Pansus DPRD Tanah Datar Konsultasi Ke BULD DPD RI

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Tanah Datar di Sumatera Barat melakukan konsultasi dengan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI Jumat (13/10/2023).

Konsultasi yang berlangsung di di Ruang Padjajaran DPD RI itu dilakukan untuk memperoleh masukan BULD DPD RI dalam penyempurnaan Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Kabupaten Tanah Datar yang sedang disusun DPRD Kabupaten Tanah Datar.

“Apakah dari draf Ranperda yang kami sampaikan, ada yang perlu ditambahkan atau dilengkapi?” kata Ketua Pansus DPRD Kabupaten Tanah Datar Eri Hendri.

Konsultasi ini lanjut Eri Hendri, dinilai penting supaya nanti pemerintah daerah, DPRD, atau perusahaan air minum tidak bermasalah ke depannya dan untuk mencegah adanya celah pelanggaran hukum.

Kepala Bagian Sekretariat BULD DPD RI Yulia Indrianingtyas mengatakan, kedatangan DPRD Kabupaten Tanah Datar untuk konsultasi Ranperda, telah sesuai dengan kewenangan yang dimiliki oleh BULD DPD RI.

“Salah satu tugas BULD DPD RI adalah melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Ranperda dan Perda. Untuk Ranperda dari DPRD Kabupaten Tanah Datar, akan didiskusikan dengan Tim Pendukung yang terdiri dari Puskadaran, Pusjakum, dan tenaga ahli BULD,” jelasnya.

Menanggapi Ranperda Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Kabupaten Tanah Datar, Tim Ahli BULD DPD RI Wahyu Nugroho mengatakan perlu penyelarasan norma Ranperda dengan peraturan hirarkis yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan daerah, terutama penyertaan modal daerah.

“Selain itu, dalam Ranperda ini juga harus mengatur mengenai mekanisme terkait partisipasi masyarakat, bisa berupa masukan, keterlibatan, atau pun pengawasan terkait penyertaan modal ke perusahaan air minum di Kabupaten Tanah Datar,” ujarnya.

Sementara itu, Analis Pemantauan Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya Hanugra Ryantoni menilai bahwa Ranperda ini merupakan bentuk pelaksanaan dari skema otonomi daerah. Dirinya pun berharap agar dalam penyusunan Ranperda dapat memperhatikan enam prinsip.

Pertama, penyertaan modal pemerintah daerah bagian dari investasi langsung. Kedua, dana untuk penyertaan modal harus berasal dari surplus APBD. Ketiga, penyertaan modal harus ditetapkan melalui Perda. Keempat, penyertaan modal dapat berupa uang atau barang milik daerah. Kelima, penyertaan modal untuk penambahan modal BUMD dilakukan setelah analisis pemerintah daerah.

“Dan keenam, penyertaan modal pemerintah harus memperhatikan aspek keamanan, agar terbebas dari risiko anggaran,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Analis Pemantauan Peraturan Perundang-Undangan Ahli Madya Wachid Nugroho menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang harus didiskusikan lebih lanjut terkait dengan prinsip-prinsip tata kelola agar Ranperda membawa manfaat ke masyarakat. Dirinya juga berpesan agar dalam penjelasan umum harus terkandung penjelasan tujuan dari penyertaan modal.

“Penjelasan umum paling tidak bagian dari kita yang kemudian melihat sejauh mana inti dan tujuan dari sebuah aturan itu dibentuk,” jelasnya.

Di akhir acara, Eri Hendri pun akan menampung catatan dari Tim Pendukung BULD DPD RI sebagai bahan dari penyempurnaan Ranperda tentang Penyertaan Modal Daerah kepada Perumda Air Minum Kabupaten Tanah Datar.

“Terima kasih, ini tinggal menambahkan sedikit agar Perda kami lebih sempurna dan lebih kuat di mata legalitas. Saran akan kami sampaikan ke Tim Ranperda terkait penyempurnaan Perda yang kami buat,” katanya.

Komentar