Tegas! Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Pemerasan Ketua KPK Firli Bahuri

JAKARTA – Kasus pemerasan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mulai masuk babak baru pasca foto pertemuan keduanya tersebar ke publik.

Firli Bahuri secara tegas menolak bahwa dirinya telah melakukan pemerasan kepada SYL, namun keterangan para saksi atas kasus tersebut berbanding terbalik dengan pernyataan Firli Bahuri. Saksi mengaku telah menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar kepada Firli Bahuri dari SYL lewat ajudannya. 

Meganggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan bakal memantau pengusutan dugaan pemerasan yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terhadap eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Masa reses dipastikan tak akan mengendurkan fungsi Wakil Rakyat dalam mengawasi kerja mitranya di pemerintahan. Termasuk, kerja KPK dan Polri.

“Namun demikian fungsi pengawasan kami tetap berjalan. Kami terus memantau kerja mitra-mitra kami, juga berkomunikasi dengan mereka baik memberikan masukan, saran dan pendapat yang tidak termasuk sebagai intervensi,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (11/10).

Kendati begitu, Habiburokhman mengamini belum ada pembahasan resmi dari Komisi III DPR RI untuk memanggil Firli soal dugaan pemerasan. Khususnya, terkait beredarnya foto pertemuan antara Firli dengan Syahrul Limpo.

“Kalau soal wacana (pemanggilan) yang mungkin saja ada wacana tersebut. Namun secara resmi hingga saat ini belum ada pembahasan pemanggilan terhadap KPK terkait kasus SYL,” kata Habiburokhman.

Dia mengatakan DPR saat ini sedang dalam masa reses. Menurutnya, seluruh Anggota DPR sedang kembali ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing untuk bertemu dengan konstituennya.

“Berdasarkan undang undang kami tidak diperkenankan melakukan rapat dengan mitra di DPR di masa reses karena di masa reses kami berkewajiban menemui konsituen di daerah pemilihan masing masing,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyatakan pihaknya akan memanggil pimpinan KPK. Pemanggilan untuk mengklarifikasi soal foto pertemuan Ketua KPK Firli Bahuri dengan tersangka eks Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo.

Foto itu menjadi polemik karena status Syahrul Limpo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi yang tengah diusut KPK. Beredar kabar pertemuan itu rentetan peristiwa dugaan pemerasan Firli terhadap Syahrul Limpo. “Kita akan memanggil KPK setelah masa reses mendatang,” kata Sahroni. (***)

Komentar