LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Seluruh masyarakat Indonesia diajak untuk ikut mengevaluasi, memantapkan dan menuntaskan langkah-langkah pembangunan nasional Indonesia.
Ajakan itu menurut Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar, sesuai dengan amanat konstitusi dengan seluruh norma dan perintah yang ada, sudah sangat lengkap menjadi rujukan dalam strategi pembangunan nasional Indonesia.
“Kita perlu berpikir lebih dalam dan kritis terhadap implementasi dari seluruh norma konstitusi serta rumusan dan agenda rencana pembangunan nasional kita,” kata Muhaimin, saat menjadi keynote speaker Seminar Nasional dan Call for Papers bertajuk “Menuju Indonesia Berdaulat, Maju, dan Berkelanjutan Melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2025-2045”, di Gedung Nusantara IV DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Cak Imin panggilan beken Muhaimin Iskandar mengatakan, setidaknya selama 20 terakhir, perjalanan demokrasi di Indonesia telah berupaya agar Indonesia dapat berdaulat maju dan pembangunan yang berkelanjutan dapat terjaga dan memiliki percepatan yang berarti.
Selama 20 tahun tersebut, lanjutnya, perjalanan reformasi dan demokrasi telah mengalami kemajuan fundamental, terutama dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat sebagai sebuah bangsa. “Namun, di sisi lain, Indonesia dinilai masih memiliki agenda besar dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai lembaga legislatif, DPR sendiri dikatakan Cak Imin, memiliki peran dan kontribusi yang signifikan, sekaligus menentukan arah pembangunan di dalam pelaksanaan strategi pembangunan nasional. Hal itu tercermin dalam tiga fungsi utamanya yakni legislatif, anggaran dan pengawasan.
“Peran DPR, peran legislatif dan budgeting yang cerdas yang sesuai dengan realitas yang menjadi perkembangan dan kebutuhan. Di tengah berbagai tantangan global, tentu dibutuhkan pikiran dan langkah, sehingga DPR menjadi bagian utama percepatan kedaulatan kemandirian sekaligus kesinambungan berkelanjutan, sustainability di dalam pembangunan nasional kita,” jelasnya.







Komentar