LIPUTAN.CO.ID,- Ibrahim Ruhunussa, politisi yang juga mantan ketua DPRD Maluku Tengah kini kembali bertarung dalam bursa Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku pada Pemilu 2024, Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Ibrahim Ruhunussa telah ditetapkan dalam Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU Provinsi Maluku dan berhak untuk mengikuti Pemilu 14 Februari 2024 mendatang.
Dalam DCT, Ibrahim Ruhunussa berada pada nomor urut 2 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Pria berakronim IR itu juga merupakan ketua relawan Widya Pratiwi Murad yang kini maju sebagai Calon Anggota DPR RI, Dapil Maluku, dari Partai Amanat Nasional nomor urut 1.
Bagi warga Maluku Tengah, nama Ibrahim Ruhunussa sudah familiar. Karena ia memulai karir politik di DPRD Maluku Tengah dalam tiga kali pemilu belakangan dan selalu lolos sebagai Anggota DPRD dan juga sekali jabat ketua DPRD Maluku Tengah.
Namun IR kini menapaki langkah politiknya satu level lebih tinggi, sebagai Calon Anggota DPRD Provinsi Maluku, bukan Dapil Maluku Tengah, namun Dapil SBB.
Ini Profil Pendidikan dan Karir Politik Ibrahim Ruhunussa.
Pendidikan
Ibrahim Ruhunussa terlahir dari keluarga yang secara ekonomi berkekurangan. Saat bersekolah di SD Negeri Hitu, pria kelahiran 10 Juli tahun 1982 itu kemudian tak dapat melanjutkan ke bangku SMP karena orang tuanya tak miliki cukup uang.
Kemudian IR diminta saudaranya untuk melanjutkan pendidikan di SMP Muhammadiyah Halmahera Tengah, hingga dapat melanjutkan pendidikan di SMA Muhamnadiyah Ternate.
Di SMA Muhamnadiyah Ternate, IR lulus dengan predikat juara satu umum. Atas prestasi itu, anak pertama dari 5 orang bersaudara itu kemudian diberikan kesempatan untuk dapat beasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah Malang dan menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Namun IR kemudian meninggalkan kesempatan tersebut dan lebih memilih kembali ke Negeri Hitu, Maluku Tengah untuk merawat ibunya yang sakit keras.
IR kemuadian pilih kuliah di IAIN Ambon dan menduduki jabatan sebagai Presiden Mahasiswa IAIN Ambon tahun 2006. Di saat masih kuliah, IR terjun ke politik praktis.
Karir Politik
Ibrahim Ruhunussa memulai karir politik pada tahun 2009. Saat itu ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Maluku Tengah lewat partai Pakar Pangan.
Saat pemilihan digelar pada Mei 2009 itu, IR peroleh 647 suara di Dapil III (saat itu Kecamatan Leihitu-Kecamatan Salahutu), dan menjadi Anggota DPRD Periode 2009-2014.
Dalam menyambut Pemilu 2014, Ruhunussa yang pernah lulus juara umum SMA Muhammadiyah Ternate itu kemudian melangkah ke Partai Gerindra dan ikut Pemilu DPRD Maluku Tengah periode 2014-2019.
Dan hasil pemilu kala itu, perolehan suara IR naik signifikan ketimbang perolehan suara pemilu 2009 yakni dari 647 suara naik menjadi 3896 suara di tahun 2014.
Angka itu terbilang fantasis karena Ibrahim kala itu hanyalah seorang anggota DPRD. Bukan Ketua Fraksi, Ketua Komisi, apalagi ketua DPRD.
Namun IR melampaui suara aleg lainya dan buat sejarah baru di Dapil 3 kala itu dengan peroleh suara terbanyak.
Dan pemilu 2019, Peroleh suara IR juga naik signifikan sebanyak 4997 lebih. Angka itu adalah perolehan gemilang karena saat itu dapil III terdiri dari Kecamatan Salahutu, Leihitu dan Leihitu barat dipisah. Dapil Salahutu berdiri sendiri.
Artinya, akses mantan Presiden Mahasiswa IAIN Ambon itu peroleh suara di Salahutu tertutup karena pisah dapil.
Namun IR mampu mendulang suara di Dapil 4 (Leihitu-Lehitu barat) dengan peroleh suara mendekati angka 5000.
Bahkan angka itu melampaui semua perolehan suara anggota DPRD Maluku Tengah yang ikut dalam sejarah pemilihan umum Anggota DPRD Maluku Tengah.
Di Pemilu itu konsekuensinya berhadapan dengan puluhan atau ratusan calon anggota DPRD dalam satu dapil. Sehingga kalau ada anggota yang peroleh suara signifikan menunjukan karir Aleg tersebut manjur karena kepercayaan masyarakat sangatlah tinggi terhadap Aleg tersebut.
Selain itu IR mampu menunjukan bahwa Ia komitmen menjaga basis elektoral politiknya yang konsisten naik.
Meski memiliki basis yang kuat di Maluku Tengah, IR kembali melangkah ke 1 level lebih tinggi menjadi calon anggota legislatif (Aleg) Provinsi Maluku namun dengan Dapil berbeda yakni Dapi Seram Barat.
“Tak ada batas seorang berpolitik, demokrasi memberi kita keleluasan untuk berikhtiar politik. Dimanapun kita berikhtiar, yang paling penting niatnya memperjuangkan aspirasi rakyat,” kata Ruhunussa beberapa waktu lalu.
IR menegaskan Ikhtiar politik bukan saja untuk merebut kekuasaan, namun penjewantahan pilihan rakyat itu adalah untuk melayani rakyat.
“Yang paling pentik kita bekerja dengan hati, hati kita tulus. Selalu ada bersama masyarakat dan niatnya membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat menuju kesejahteraan dan kemakmuran,” imbuh IR.







Komentar