LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI, Indra Pahlevi menyatakan optimistis target kenaikan 100 persen jumlah pembayar zakat (Muzakki) di lingkungan pegawai Setjen DPR RI bisa tercapai. Optimistis tersebut menurut Indra, didasari dengan melihat besarnya potensi yang ada.
“Hari ini kita sudah menyepakati Rencana Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2024. Insya Allah kita tingkatkan target pembayar zakat (muzakki) 100 persen dari tahun 2023 yang efektifnya baru berjalan 7 bulan tapi sudah menghasilkan zakat luar biasa. Untuk itu, kami pengurus berterimakasih kepada para muzakki mulai dari pimpinan, para pejabat dan pegawai Setjen DPR RI,” kata Indra, usai menggelar Rapat Kerja UPZ Baznas Setjen DPR RI, bersama BAZNAS RI di Jakarta, Selasa (23/1/2024).
Dikatakannya, target yang dicanangkan, yaitu kenaikan 100 persen dari tahun 2023 harus diiringi dengan strateginya. Yang pertama, UPZ Baznas Setjen DPR RI akan melakukan sosialisasi secara terus-menerus melalui berbagai platform kepada pegawai, melalui leaflet/brosur, juga melalui e-leaflet atau e-portal dan Whatsapp grup yang dinilai penting.
“Yang utama lagi adalah nanti akan diterbitkan kembali surat edaran dari Setjen DPR agar para pegawai di lingkungan Setjen DPR RI bisa berzakat profesi melalui UPZ Baznas Setjen DPR RI untuk kemudian disalurkan kepada yang berhak atau kegiatan lainnya yang terkait pemberdayaan umat,” jelasnya.
Indra Pahlevi yang juga Kepala Biro Pemberitaan Parlemen DPR RI itu menambahkan, agenda utama Rapat Kerja UPZ Baznas Setjen DPR RI adalah menyusun rencana kerja anggaran tahunan (RKAT) tahun 2024.
Selain itu, pihaknya juga mendapatkan arahan langsung dari para penasihat, terutama Sekjen DPR RI dan Pimpinan Baznas bahwa memang dengan zakat ini berpotensi mengangkat kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat.
“Ke depan kita tingkatkan target pembayar pajak dan berharap penyaluran dan pemanfaatan dana zakat menjangkau lebih banyak masyarakat miskin, yatim piatu dan duafa,” ungkap Indra.
Pihaknya juga merencanakan membentuk Rumah Qur’an Baiturrahman yang bekerja sama dengan DKM Baiturrahman. Ke depan, lanjutnya, akan melakukan pemberdayaan umat melalui pemberdayaan UMKM bagi kaum duafa.
“Pak Sekjen (Indra Iskandar,red) sudah memberikan arahan bahwa potensi zakat sangat besar apalagi dengan tingkat penghasilan yang baik, karena nisabnya hanya 6,8, juta sementara penghasilan teman-teman yang di atas itu sudah melampaui nisab. Tentu dengan kebijakan Sekjen akan ikut mendorong kesadaran di kalangan teman-teman ASN yang muslim di lingkungan Setjen DPR RI untuk berzakat profesi sebagai bagian dari zakat Mal agar harta kita bersih dan bermanfaat bagi sesama, insyaAllah,” tegasnya.
Sedangkan Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan mengapresiasi langkah UPZ Baznas Setjen DPR RI, yang telah melakukan kinerja positif dalam mengelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan DPR RI.
Ia menyambut baik keberhasilan tersebut yang menurutnya dapat diperuntukkan bagi mustahik di sekitar DPR RI, termasuk bantuan kepada para pekerja kebersihan.
Saidah juga mengungkapkan potensi zakat di lingkungan DPR RI mencapai Rp13,2 miliar per tahun, dengan perkiraan jumlah ASN sekitar 1.500 orang dan Tenaga Ahli sekitar 4.000 orang.
“UPZ juga dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan antar-generasi dengan menyalurkan program Satu Keluarga Satu Sarjana,” pungkas Saidah.







Komentar