Hitung Suara Belakangi Saksi, Kotak Suara di 3 TPS Rutah Harus Dibuka

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Diduga sengaja menutupi perolehan suara berdasarkan surat suara tercoblos, sejumlah petugas KPPS di tiga TPS membaca perolehan suara dengan membelakangi saksi.

Hal itu diduga terjadi pada TPS 4, 5 dan TPS 6, Negeri Rutah, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah. Mereka sengaja membelakangi saksi saat perhitungan suara pada pemilu 14 Februari lalu.

Kejadian tersebut sempat direkam oleh warga saat menyaksikan proses perhitungan perolehan suara Calon DPRD tingkat Kabupaten Maluku Tengah di TPS 6 Rutah.

“Tidak hanya pada TPS 6, hal yang sama juga terjadi di TPS 4, dan TPS 5 Dusun Haruo. Pada TPS 6 ada videonya,” ujar sumber Liputan di Masohi, Senin 26 Februari 2024.

Dalam video yang diterima, salah satu petugas KPPS yang membacakan hasil perolehan suara tidak memperlihatkan surat suara kepada saksi. Bahkan sesekali surat suara tidak diangkat saat dibacakan. Hal itu membuat para saksi tidak bisa melihat dengan jelas calon siapa yang tercoblos pada surat suara itu.

Diduga ada hal yang disembunyikan yang perlu dibuka saat rekapitulasi pada tingkat Kecamatan.

Sumber Liputan yang enggan namanya dipublis mengatakan, proses rekapitulasi nantinya di Kecamatan Amahai, PPK setempat diminta harus membuka kotak suara untuk hitung ulang surat suara tercoblos pada 3 TPS tersebut.

Sumber liputan juga mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan kepada Bawaslu Maluku Tengah.

Ketua Bawaslu Maluku Tengah, Amisuri mengatakan, pihaknya telah merespon kasus tersebut dengan mengeluarkan rekomendasi.

“Kasus TPS 6 sesuai laporan dan bukti video, kami sudah keluarkan rekomendasi agar kotak Suara perlu dibuka dan dihitung ulang,” kata Amisuri.

Komentar