Interupsi: Wisnu Minta Penerima Bansos Dilindungi

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Wisnu Wijaya Adi Putra melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna DPR RI ke 12 Masa Persidangan III, Tahun Sidang 2023-2024, di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2/2024).

Dalam Interupsinya, Wisnu meminta semua pihak tidak melakukan intimidasi atau tekanan kepada rakyat penerima manfaat bantuan sosial (Bansos) menjelang Pemilihan Umum 2024.

Dikatakannya, belakangan ini ia sering mendengar keluhan dari penerima Bansos di Dapilnya Jawa Tengah 1 yang diintimidasi karena beda pilihan politik.

“Penerima Bansos bukan objek politik yang dapat dieksploitasi atau ditakut-takuti karena beda pilihan politik. Fenomena ini adalah tantangan nyata yang harus diatasi demi melindungi hak-hak dasar warga negara,” kata Wisnu, dalam Rapat Paripurna, dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani.

Dijelaskannya, proses pencabutan Bansos dilakukan berdasarkan aturan yang ada di Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, bukan berdasarkan like or dislike penguasa apalagi beda pilihan politik.

Karenanya, ia meminta seluruh Anggota DPR RI sebagai representatif rakyat untuk terus melindungi hak-hak penerima Bansos dan memastikan mereka terbebas dari ancaman dan gangguan.

“Saya juga mendorong aparat penegak hukum agar bisa responsif dalam menyikapi fenomena ini dan mengambil langkah terukur demi terciptanya susana yang nyaman dan kondusif,” jelasnya.

Menurutnya Bansos adalah bantuan yang bersumber dari APBN dan harus disalurkan secara adil kepada yang membutuhkan. Pemerintah tidak boleh menggunakan Bansos sebagai alat dagang atau untuk kepentingan pribadi.

“Sebagai representasi dari mandat konstitusi, Bansos merupakan upaya negara untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.

Komentar