Kejar Target Swasembada Gula 2028, Sarmuji Sebut Lahan di Merauke Penuhi Syarat

LIPUTAN.CO.ID, Surabaya – Data Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pangan, ID Food, mengungkap produksi gula dalam negeri hanya mampu mencapai 2,4 juta ton, jauh dari kebutuhan konsumsi dalam negeri sebesar 7 juta ton.

Menyikapi hal tersebut, Sarmuji, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI akan mendorong pemerintah agar dapat mengembangkan varietas tebu serta meningkatkan produksi gula.

Selain itu, kata politikus Partai Golkar itu, Komisi VI DPR juga mendorong perbaikan tata kelola pertanian tebu agar target swasembada gula pada tahun 2028 tercapai.

“Kita dorong supaya ada varietas tebu baru yang bisa ditanam dengan hasil yang lebih baik. Tata kelola pertaniannya juga diperbaiki serta para petani diedukasi bagaimana mengelola lahan dengan baik untuk jangka panjang. Sehingga target swasembada gula pada tahun 2028 tercapai,” kata Sarmuji, usai mengikuti pertemuan saat reses Tim Komisi IV DPR RI ke Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/02/2024).

Dikatakannya, saat ini ada ada beberapa persoalan untuk swasembada gula, baik di sisi off-farm maupun on-farm. Menurutnya, masalah utama di on-farm yaitu kualitas pertanian tebu yang menurun dan bibitnya tidak sebagus dulu lagi. Sedangkan, dari sisi off-farm, Komisi VI meminta harus ada perbaikan fasilitas pabrik gula.

“Kalau enggak dilakukan perbaikan dengan mesin yang lama itu pasti kualitas rendemen tebu itu pasti akan terpengaruh oleh pabrik yang menggunakan fasilitas lama. Karena itu perlu ada perbaikan guna merealisasikan target yang diinginkan pemerintah,” jelasnya.

Politikus Partai Golkar itu menjelaskan, kendala lain yang terjadi yaitu tanah yang ada saat ini sebenarnya sudah dieksploitasi semaksimal mungkin dan diberi pupuk berlebihan dengan bermacam-macam varian.

Akibat perlakuan tersebut, lanjut Sarmuji, dalam jangka panjang mengakibatkan produksi menurun. Oleh karena itu, perlu ada pembinaan dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN), khususnya pabrik gula bagaimana menanam tebu dengan produksi yang bagus disertai dengan varietas yang baik juga.

“Guna menciptakan swasembada gula, perlu lahan terutama pabrik-pabrik gula di mana sebagian besar berada di Pulau Jawa, namun sangat disayangkan bila constrain (hambatan) lahannya tidak diatasi. Kita mau pacu produksi sebesar apa pun tidak mungkin terealisasi. Dengan demikian disarankan bagaimana pihak-pihak yang terkait membuat satu produksi lahan yang besar dengan teknologi yang canggih,” ujarnya.

Selain itu, Komisi VI juga mengusulkan ada pabrik baru dengan lahan yang besar yang memang sudah terbukti baik untuk pertanian. “Bukan lahan yang coba-coba dan salah satu lahan yang memenuhi syarat pertanian yakni di daerah Merauke yang mungkin bisa menjadi acuan untuk meningkatkan produksi gula sebagaimana ditargetkan,” pungkasnya.

Komentar