Politikus PAN Harap Semua Pihak Lapang Dada Terima Putusan MK Atas PHPU Pilpres

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus berharap semua pihak dapat menerima putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

“Apa pun keputusan MK tentu harus diterima semua pihak secara besar hati, lapang dada, dan legawa. Karena putusan MK merupakan putusan final dan mengikat,” kata Guspardi Senin (22/4/2024).

Bagi yang kalah, menurutnya, ini bukan kiamat seolah tidak ada hari esok. Ini hanya kontestasi lima tahunan, siap menang, juga harus siap kalah.

“Semua lapisan masyarakat juga harus menahan diri, terutama peserta yang mengajukan sengketa ke MK. Apa pun tuntutan yang disampaikan mereka ke MK tentu sudah melalui proses dan dibuktikan di pengadilan,” ujar politikus PAN ini.

Legislator asal Sumatera Barat itu mewanti-wanti jangan sampai ada opini melebar dan berkembang berdasarkan asumsi. Akhirnya akan menjadi sebuah narasi yang beredar di masyarakat dan kemungkinan menjadi miss-informasi sehingga memunculkan sentimen negatif dan bisa menimbulkan kegaduhan. Apalagi di tengah gugatan dugaan kecurangan Pemilu dan tekanan publik terhadap MK untuk menganulir hasil Pilpres yang sudah ditetapkan KPU.

“Kita juga mengapresiasi sikap presiden terpilih Prabowo Subianto yang meminta para pendukungnya tidak turun ke jalan menyongsong keputusan MK dinilai sebagai bentuk kepekaan atas kondisi geo politik yang sedang memanas akhir-akhir ini. Pengerahan aksi massa para pendukung Paslon berpotensi menimbulkan kerusuhan massal yang menjadi awal terciptanya kerusuhan sosial,” tegasnya.

Oleh karena itu, ketika sudah ada putusan dari MK, Guspardi berharap semua harus sami’na wa atho’na atau bisa menerima apa pun keputusan dari MK sebagai lembaga penegak konstitusi.

Dikatakannya, hormati putusan MK sebagai sebuah keputusan hukum yang dibuat berdasarkan alat bukti dan fakta-fakta di persidangan dan diharapkan dapat menjadi penetralisir terhadap kontroversi dan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

“Mari kita tempatkan persatuan dan kesatuan bangsa di atas segala kepentingan kelompok maupun ego individu, demi rakyat dan seluruh tumpah darah Indonesia,” imbuhnya.

Komentar