Presidential Club, Mungkinkah?, Politikus PAN: Kita Tetap Dukung Semua Agenda Prabowo

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan silaturrahim politik selalu penting dan perlu dilaksanakan.

Bentuknya, menurut anggota DPR RI Dapil Sumut II itu, ada yang formal dan ada yang informal. Bisa dilaksanakan kapan saja sesuai dengan jadwal dan agenda yang ada.

“Kalau ada silaturrahim, pasti ada tukar pikiran. Ada diskusi. Ada kritik dan evaluasi. Ada masukan untuk perbaikan. Semua itu tentu baik bagi pemerintah yang sedang menjalankan amanah,” kata Saleh, dalam rilisnya, Minggu (5/4/2024).

Namun demikian, lanjut mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu, silaturrahim seperti itu tidak mudah dilaksanakan. Apalagi, pesertanya adalah mantan presiden dan para politikus hebat. Selain adanya kesibukan masing-masing, agenda kebangsaan yang diusung bisa saja tidak beririsan.

“Dari Pilpres kemarin saja kita sudah bisa melihat adanya perbedaan lingkup pemikiran dalam membangun Indonesia. Ada yang ingin perubahan, ada yang ingin keberlanjutan dan penyempurnaan, serta ada yang ingin perubahan dan perbaikan. Dasar dan pokok pijakan berpikirnya juga berbeda. Semua memiliki argumen yang oleh masing-masing dinilai paling baik,” ungkap Saleh.

Karena itu, menurut Saleh, kalaupun ada silaturrahim seperti presidential club, agak sulit dapat dihadiri oleh semua mantan presiden RI. Perlu usaha dan kesungguhan untuk menghadirkan semuanya. Ada banyak faktor teknis, ideologis, dan sosial politik yang bisa menjadi hambatan.

“Semua orang bisa membaca posisi ideologis dan sosial politik semua mantan presiden kita. Kalau mau jujur, di antara mereka kadang ada persoalan komunikasi yang selama ini terkesan terputus. Dan itu tidak mudah untuk dijalin kembali,” ujarnya.

“Tapi, kita tetap dukung semua agenda Prabowo. Semua yang baik harus tetap diupayakan terwujud. Hasilnya, nanti kita lihat. Yang penting, berusaha dan berdoa dulu,” imbuhnya.

Komentar