Tak Serap Beras Petani Lokal, Kehadiran Bulog Di Seram Utara Timur Kobi Dipertanyakan ? 

MALTENG, LIPUTAN.CO.ID,- Bukannya menyerap beras petani lokal, kehadiran Gudang Bulog di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi justru memasarkan beras yang bukan beras produksi petani setempat.

Sesuai ekspektasi Pemerintah Daerah bahwa, mereka berharap kehadiran Bulog di seram Utara Timur Kobi  tahun 2021 dengan tujuan untuk menyerap beras petani lokal. Namun hal itu tidak dilakukan pihak Bulog.

“Kami mendapat informasi dari petani bahwa pihak Bulog mulai jual beras bulog yang bukan diserap dari petani di Seram Utara Kobi dan Seti,” ujar sumber terpercaya di Masohi, Selasa 2 Juli 2024.

Sumber yang enggan namanya dipublis mengatakan, sikap Bulog mulai berubah setelah adanya beras mahal.

“Mereka menjual beras bukan beras lokal sejak januari 2024,” singkatnya.

Dikatakan, dengan menjual beras bulog yang bukan hasil serap petani maka peluang petani untuk memperluas area tanam padi tak akan dilakukan.

“Ya, karena jika pemerintah bulog tidak serap beras petani bagimana mereka mau menambah luasan area produksi,” tandas sumber.

Sementara itu, Ikbal Nurlette, Kepala Gudang Bulog Seram Utara Timur Kobi membenarkan pihaknya mendistribusikan beras kepada mitra bulog  bukan beras dari petani lokal.

“Kalau kami digudang hanya pasarkan beras ke mitra bulog bukan beras petani. Kalau informasi itu betul bukan dari awal januari 2024 tapi beras mulai masuk Gudang Bulog sudah dari 2022 dan bukan dari petani (lokal),” ujar Ikbal saat dihubungi Liputan.co.id via telepon WhatsApp.

Soal kenapa bulog belum menyerap beras petani lokal, Ikbal menyarankan konfirmasi langsung dengan Kantor Wilayah Bulog di Ambon.

Namun secara garis besar kata Ikbal, beras lokal belum memenuhi standar bulog. “Jadi misalnya kadar air beras petani lokal masih tinggi. Selain itu standar penjualan petani masih relatif tinggi di atas HPP,” jelasnya.

Dikatakan bulog pernah melakukan survei terhadap beras petani lokal.

“Saya baru bertugas Juni tahun lalu. Di jaman kepala Gudang Bulog sebelumnya sudah ambil langkah, cek beras petani namun masuk standar karena beras di sini kadar airnya tinggi,” tutup Ikbal.

Komentar