LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Umum DPN Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menemui Presiden terpilih Prabowo Subianto di Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan.
Dikatakannya, dirinya diminta Prabowo Subianto untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah rakyat.
“Ya, tadi ketemu Pak Prabowo dan beliau minta supaya membantu karena masyarakat begitu banyak persoalan yang mesti diselesaikan pekerjaan-pekerjaannya dan ini terutama fungsi saya sebagai anggota Satgas Perumahan yang dibentuk dan kita cukup intensif mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di masyarakat kita, khususnya paling bawah,” kata Fahri, kepada wartawan, usai bertemu Prabowo di Jl. Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024).
Fahri tidak mengungkap akan ditugaskan sebagai apa di kabinet nanti. Alasannya, penunjukan dan penugasan di kabinet nanti adalah hak prerogatif Prabowo.
“Jadi posisi dan lain sebagainya tentu hak prerogatif Pak Prabowo, beliau bisa melakukan apa pun sampai terakhir. Tapi yang jelas kita diminta untuk membantu pekerjaan-pekerjaan berat yang tadi sudah saya katakan,” ungkapnya.
Sebelumnya, pemanggilan para calon menteri itu telah dilakukan sejak, Senin (14/10/2024) siang hingga malam. Para calon menteri ini memiliki beragam latar belakang.
Prabowo mengatakan semua tokoh yang diundang ke kediamannya telah menyatakan kesediaannya menjadi menteri. Pemanggilan para calon menteri itu disebut Prabowo untuk konfirmasi.
“Mereka sudah menyatakan bersedia membantu saya. Jadi sebetulnya hari ini hanya mengkonfirmasi, saya konfirmasi, saya yakinkan mereka bersedia atau tidak bantu saya di bidang yang saya tawarkan kepada mereka,” kata Prabowo usai pemanggilan calon menteri hari pertama.
Diketahui, Ketua Satgas Perumahan Hashim Joyohadikusumo meski seracara tidak langsung memberikan sinyal bahwa politikus Partai Gelora, Fahri Hamzah akan menjadi Menteri Perumahan di kabinet mendatang.
Hashim tidak secara lugas menyebut nama Fahri Hamzah sebagai Menteri Perumahan, tetapi saat mengklarifikasi data tentang program 3 juta rumah dalam sebuah diskusi mengenai properti di Jakarta, Hashim sempat menyebut nama Fahri.







Komentar