LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat Mirah Midadan Fahmid mengungkap komitmennya untuk memperjuangkan isu-isu lokal krusial masyarakat NTB antara lain masalah kesehatan, pangan, pendidikan, dan energi terbarukan.
Menurutnya, isu-isu kesehatan dan pendidikan, dan tantangan energi terbarukan, akan menjadi prioritas utamanya selama lima tahun ke depan.
“Isu-isu ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, dan tentunya tidak hanya bisa diatasi oleh satu pihak saja,” ujar Mirah, di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2024).
Untuk menyelesaikan hal tersebut, kata Mirah, banyak pihak yang perlu terlibat, termasuk pemerintah daerah, dan kerja sama erat antara pemerintah pusat serta daerah untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Sebagai Senator, Mirah menekankan pentingnya membangun komunikasi yang kuat antara Senator, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat.
Strategi yang ia siapkan bertujuan memperkuat kolaborasi untuk memaksimalkan penyerapan aspirasi masyarakat di NTB, dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat nasional.
“Setiap Senator mungkin memiliki strategi masing-masing, tapi dengan latar belakang saya sebagai seorang teknisi dan ekonom, saya akan memberikan saran dan rekomendasi yang searah dengan rencana pembangunan nasional dan daerah,” ujarnya.
Mirah juga menyoroti pentingnya peran DPD RI dalam menyerap aspirasi masyarakat luas dari berbagai elemen masyarakat. Sebab peran DPD RI adalah untuk menjembatani kebutuhan masyarakat daerah dengan kebijakan di tingkat pusat.
“Program-program dan anggaran nasional sering berada di pusat, dan di sinilah peran kami sebagai penghubung yang memfasilitasi kemakmuran pembangunan di daerah,” jelasnya.
Dalam masa tugasnya, Mirah akan terus memperjuangkan pembangunan NTB dengan memberikan masukan melalui policy brief yang disusun setiap enam bulan atau satu tahun sekali.
Policy brief ini lanjutnya, akan disesuaikan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan rencana pembangunan daerah di NTB secara keseluruhan.
Melalui pendekatan ini, Mirah optimis mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat NTB, baik dari sisi peningkatan kesejahteraan sosial, maupun penguatan ekonomi lokal.
Sebagai informasi, Mirah mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Hasanuddin, Makassar dengan spesifik isu ekonomi pembangunan. Mirah kemudian melanjutkan pendidikannya di University of Glasgow, Skotlandia pada jurusan ekonomi pembangunan.
Hingga saat ini, Mirah sedang menyelesaikan program doktoral di Universitas Indonesia dengan mengambil topik penelitian tentang transisi energi di Indonesia.
Sebelum bergabung di INDEF, Mirah pernah menjadi asisten peneliti di ISPEI, Makassar dan banyak menginvestasikan waktunya bergabung di organisasi kepemudaan internasional.
Selama menjadi peneliti INDEF, Mirah pernah terlibat dalam tim penasihat Menteri Desa PDTT RI dan menjadi Staf Ahli DPD RI.







Komentar