LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Pengamat politik Abubakar Solissa, menilai bahwa langkah Gerindra yang mengubah agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) menjadi KLB menunjukkan soliditas dan kekuatan sentralistik partai.
Sebagaimana diketahui, Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra yang digelar pada Kamis, 13 Februari 2025, sukses menetapkan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum.
Keputusan ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa ketokohan Prabowo masih sangat dominan dan tak tergantikan dalam struktur partai.
“Kesuksesan Gerindra dalam menyulap Rapimnas menjadi KLB menandakan bahwa partai ini sangat solid dan terorganisir dengan baik,” kata Solissa, Sabtu (15/2/2025).
“Penetapan Prabowo sebagai Ketua Umum juga bukan hal yang mengejutkan. Sosoknya memiliki peran besar dalam membawa Gerindra menjadi partai besar dan kini menjadi partai penguasa dengan Prabowo sebagai presidennya,” ucapnya.
Direktur Executive Partner Politik Indonesia ini menial, selain Prabowo, Gerindra juga memiliki sejumlah tokoh penting yang diyakini dapat menjaga stabilitas partai.
Salah satu figur yang menonjol adalah Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
“Gerindra memiliki tokoh-tokoh yang mampu menerjemahkan visi dan strategi Prabowo dalam membangun partai, salah satunya adalah Sufmi Dasco,” ungkapnya.
“Ia adalah orang kepercayaan Prabowo dengan pengaruh yang kuat, tidak hanya di internal partai tetapi juga di pemerintahan,” jelas Abubakar.
Menurutnya, posisi Dasco di partai saat ini sangat strategis. Ia dinilai sebagai figur yang paling berpotensi menggantikan peran-peran Prabowo dalam kepemimpinan partai ke depan.
“Sebagai presiden, Prabowo tentu akan lebih fokus pada pemerintahan dan tidak bisa sepenuhnya mengelola partai. Oleh karena itu, dibutuhkan figur pengganti yang bisa memimpin dan menjaga soliditas Gerindra,” ujarnya.
“Menurut saya, sosok yang paling tepat untuk peran tersebut adalah Sufmi Dasco,” tegas Abubakar.







Komentar