LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Kebijakan penempatan kader PSI di unit FOLU KLHK yang dicanangkan oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kini menuai kritik pedas di dunia maya.
Actives dan pegiat media sosial, Elisa (@elisa_jkt), mengungkapkan kekecewaannya melalui beberapa cuitan yang menggambarkan kondisi tersebut.
Elisa memulai dengan menyindir kondisi internal PSI yang sedang menyelam dalam kubangan lumpur.
“PSI memang sampah, tapi ini seperti nyelem ke kubangan lumpur,” tulis Elisa yang dikutip di media sosial X-nya, Senin (10/3/2025).
Elisa pun menyiratkan bahwa penempatan kader yang tidak layak justru membuat organisasi tersebut semakin tercemar.
Tak berhenti di situ, Elisa juga mengkritik penggunaan isu krisis iklim sebagai ajang politik.
“Krisis iklim dijadikan bancakan partai. FOLU pula lagi,” tambahnya.
Kritik Elisa ini menunjukkan bahwa kebijakan yang seharusnya untuk kepentingan nasional malah dimanfaatkan untuk kepentingan partai.
Elisa pun menyampaikan kekecewaannya terhadap penempatan kader yang dianggap tidak kompeten. “Suami-istri yang jelas gak punya kompetensi dimasukkan ke situ,” tegasnya.
Elisa mengungkapkan bahwa beberapa pejabat yang ditunjuk tidak memenuhi standar profesional yang semestinya.
Selain itu, Elisa menyoroti bahwa reputasi PSI yang selama ini diusung melalui kritik terhadap kebijakan kini malah tercemar,
“PSI ‘bangun reputasi’ dengan cela-cela TGUPP DKI siang malam. Eh sekarang lebih parah,” pungkasnya.
Elisa pun menyatakan bahwa pencitraan positif yang pernah dibangun kini berubah menjadi beban bagi organisasi.
Kritik pedas dari Elisa ini mencerminkan kekhawatiran publik terhadap praktik penempatan kader yang dianggap tidak profesional dan didasari kepentingan politik semata.
Sementara itu, kebijakan tersebut dinilai semakin menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap integritas lembaga-lembaga negara yang seharusnya bekerja untuk kepentingan rakyat.







Komentar