LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menuai kritik usai menyinggung kehadiran Anies Baswedan di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dalam pernyataannya, Raja Juli yang juga Sekjen PSI menilai Anies tidak datang untuk beribadah, melainkan untuk menyindir lawan politiknya.
Pernyataan ini memicu respons tajam di media sosial, termasuk dari penulis dan sutradara Dandhy Laksono.
Melalui akun X miliknya, Dandhy menegaskan bahwa masjid UGM bukan satu-satunya tempat ibadah yang kerap menjadi ruang diskusi sosial-politik.
“Seperti Salman ITB, masjid UGM sering bikin kajian sosial-politik. Ceramah di beberapa gereja di Flores atau Papua isinya juga nyindir rezim yang proyeknya mengancam umat,” tulis Dandhy yang dikutip, Senin (10/3/2025).
Menurutnya, ada alasan mengapa tempat ibadah kerap dijadikan ruang untuk membahas isu sosial dan politik.
Salah satunya adalah ketidakmampuan institusi pemerintah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat.
“Kenapa di tempat ibadah? Karena kantor Kementerian Kehutanan gak bisa diandalkan atau jadi biang masalah,” tambahnya.
Pernyataan Dandhy ini memperkuat kritik terhadap Menteri Kehutanan, yang dinilai justru memperkeruh suasana dengan narasi politiknya.
Sementara itu, perdebatan mengenai peran tempat ibadah dalam diskusi sosial-politik terus bergulir di ruang publik.







Komentar