Jawab Aksi Ojol, DPR Bakal Panggil Menhub Senin Besok

LIPUTAN.CO.ID, Jakarta — Komisi V DPR RI bersiap memanggil Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandi pada Senin, 26 Mei 2025 mendatang.

Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan langsung terkait polemik pemotongan tarif yang dirasakan para pengemudi transportasi online.

“Senin kita panggil Kementerian Perhubungan. Kemudian, kita juga bentuk panitia kerja (panja) bersama Badan Keahlian DPR,” ujar Ketua Komisi V DPR, Lasarus, saat rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama perwakilan pengemudi transportasi online di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 21 Mei 2025.

Meski belum menjabarkan secara rinci skema pembentukan panja, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan langkah tersebut akan mengacu pada prosedur resmi di DPR.

Ia juga memastikan Komisi V bakal segera mendorong pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Transportasi Online.

“Kita akan panggil juga Badan Keahlian DPR karena ada arahan dari pimpinan untuk segera memulai pembahasan RUU angkutan online,” ungkapnya.

Usulan pemanggilan Menhub Dudy pertama kali dilontarkan oleh anggota Komisi V, Reni Astuti. Ia menilai perlu ada klarifikasi langsung dari pihak Kemenhub, khususnya terkait kebijakan tarif promosi yang dianggap merugikan mitra pengemudi.

“Saya mengusulkan secara konkret agar Senin, 26 Mei 2025, Kementerian Perhubungan diundang untuk memberikan penjelasan langsung mengenai poin-poin yang tadi sudah disampaikan,” kata Reni dalam forum RDPU.

Lebih lanjut, Reni juga mendorong pembentukan panja untuk mendalami isu-isu di sektor transportasi daring, termasuk menyusun draf RUU sebagai dasar hukum yang lebih kuat.

“Apakah nanti kita bahas di dalam pansus, atau cukup di komisi, atau akan dibawa ke Badan Legislasi (Baleg), itu nanti kita pertimbangkan,” jelasnya.

Gelombang desakan dari komunitas pengemudi online terus menguat dalam beberapa bulan terakhir, terutama menyangkut potongan tarif, perlindungan kerja, dan kejelasan status hubungan kemitraan dengan perusahaan aplikasi. Komisi V tampaknya mulai merespons dengan serius persoalan tersebut.

Komentar