Kunker ke Jombang, Komisi IV DPR Minta Bulog Pikirkan Skema Penyerapan Terbaik untuk Petani

LIPUTAN.CO.ID, Jombang – Kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Kabupaten Jombang menjadi evaluasi penting guna memastikan skema penyerapan pangan oleh Badan Urusan Logistik atau Bulog berjalan baik secara administratif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan petani.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Alex Indra Lukman di sela-sela kunjungan kerja Komisi IV ke salah satu sentra produksi beras Jawa Timur, yaitu Kabupaten Jombang, Jumat (2/5/2025).

“Kabupaten Jombang merupakan sentra produksi beras untuk Jawa Timur. Terkait dengan itu, Komisi IV meninjau gudang Bulog guna memastikan proses penyerapan gabah, beras, dan jagung yang menjadi bagian dari penugasan pemerintah kepada Bulog,” kata Alex.

Politikus PDI Perjuangan itu melanjutkan, proses penyerapan sejauh ini masih berjalan sesuai harapan. Tahun 2025, merupakan pertama kalinya Bulog mendapatkan penugasan menyerap jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp5.500 per kilogram.

“Sama halnya dengan gabah dan beras, yang mengalami peningkatan signifikan karena Bulog juga ditugaskan untuk melakukan penyerapan gabah dan beras dengan HPP Rp6.500 untuk gabah dan Rp12.000 untuk beras,” ungkapnya.

Menurut Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar I itu, kebijakan HPP yang ditetapkan pemerintah membawa angin segar bagi para petani, karena memberikan kepastian harga sehingga hasil panen bisa dijual dengan nilai yang relatif tinggi.

“Namun dari hasil dialog dengan masyarakat petani setempat, pihak Bulog, dan mitra-mitra Bulog yang terlibat, masih ada sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, termasuk pembatasan volume penyerapan yang dinilai belum optimal,” ujarnya.

“Seperti adanya batasan pembelian dari pemerintah, yang kita ketahui limit penyerapan beras oleh Bulog itu 3 juta ton, sedangkan produksi nasional itu mencapai 30 juta ton. Sehingga Bulog harus juga memikirkan skemanya mana yang terbaik untuk petani,” saran Ketua DPD PDI Perjuangan Sumbar itu.

Komentar