LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendukung wacana larangan permainan digital seperti game Roblox, bagi anak-anak. Alasannya, game yang banyak diakses pelajar ini mengandung konten yang meresahkan dan berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan anak.
Lalu menyebut, konten dalam game Roblox sebagian besar dibuat oleh pengguna dan tidak melalui sistem penyaringan yang ketat, sehingga gim Roblox sangat berisiko untuk diakses anak-anak, terutama pada jenjang usia pendidikan dasar.
“Dan saya sepakat, anak-anak usia dini kan gampang banget menirukan apa yang mereka lihat. Kalau setiap hari yang dilihat paparan konten negatif, kita khawatir ya anak-anak merasa hal itu wajar untuk dilakukan juga,” kata Lalu, Senin (11/8/2025).
Politikus PKB itu juga menilai tingkat intelektual murid sekolah dasar belum sepenuhnya mampu membedakan antara adegan nyata dan rekayasa dalam permainan digital, sehingga paparan konten kekerasan dapat memengaruhi perilaku mereka.
“Apalagi konten dalam game Roblox sebagian besar dibuat oleh pengguna, yang artinya tidak ada sistem saringannya. Ini sangat membahayakan jadi memang lebih baik ditutup saja konten atau platform seperti Roblox ini,” imbuhnya.
Sebagai pimpinan Komisi X DPR yang membidangi urusan pendidikan, Lalu memandang fenomena digitalisasi merupakan tantangan serius yang perlu dihadapi secara komprehensif.
Anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi sasaran algoritma negatif yang dapat menyebabkan adiksi gawai, hoaks, cyberbullying, hingga manipulasi data pribadi.
“Mengajarkan anak untuk menggunakan perangkat lunak atau mengakses informasi bukan lagi cukup. Yang lebih mendesak adalah membekali mereka dengan kesadaran kritis terhadap algoritma, perlindungan privasi, hingga pemahaman kontekstual seputar etika berteknologi,” ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Lalu menilai penting pendidikan yang membangun daya tahan anak terhadap dampak negatif dunia digital. Ia mengingatkan, tidak semua hal yang populer dan mudah diakses di internet layak untuk dikonsumsi oleh anak-anak.
“Anak-anak harus memahami tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang gratis itu aman, dan tidak semua yang disukai algoritma itu layak diikuti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mewacanakan larangan game Roblox bagi anak-anak. Wacana tersebut mendapat berbagai reaksi dari masyarakat. Larangan game Roblox awalnya didasari sebagai langkah antisipatif terhadap maraknya konten kekerasan dan visual yang tidak sesuai usia dalam game tersebut, yang dinilai berpotensi mengganggu perkembangan karakter dan moral anak-anak.







Komentar