LIPUTAN.CO.ID, Jakarta – Keterbatasan sumber air bersih berkontribusi terhadap stunting sebesar 60 persen. Sedangkan kekurangan asupan gizi berkontribusi terhadap stunting sekitar 40 persen.
Data tersebut diungkap oleh anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo dalam Dialektika Demokrasi bertajuk “CGK dan Gizi Gratis: Strategi Preventif Pastikan Generasi Emas”, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (7/8/2025).
“Data mengungkap bahwa keterbatasan air bersih berkontribusi terhadap stunting sangat tinggi yaitu 60 persen. Sisanya dari keterbatasan asupan gizi. Artinya, air bersih menjadi sangat penting dan menentukan hidup keluarga rentan,” kata Yanuar.
Karena itu, Yanuar minta pemerintah agar sumber air bersih jangan dikuasai oleh segelintir orang. Akses harus dibuka seluas-luasnya untuk masyarakat.
“Pemerintah harus punya perhatian terhadap sumber air bersih dan berikan akses seluas-luasnya kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga harus mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan dan pemeliharaan air bersih.
Terkait dengan sumber air bersih, politikus Partai Keadilan Sejahteta (PKS) itu mengungkap apa yang terjadi di Sukabumi. “Di Sukabumi, mana ada sumber air bersih milik masyarakat. Semua sumber air di sana sudah diprivat,” tegasnya.
Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah terlalu sibuk dengan bahan tambang. Padahal, air bersih untuk keoentingan rakyat jauh lebih penting dari bahan tambang.
“Bahkan di utara kota Jakarta, masyarakatnya masih membeli air bersih untuk mandi dan kebutuhan lainnya,” pungkas Yanuar.







Komentar